Polisi amankan 10 oknum bobotoh yang ricuh di depan kantor Persib

Polisi amankan 10 oknum bobotoh yang ricuh di depan kantor Persib

Polisi melakukan penjagaan di Kantor Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Diduga dari supporter karena teriak-teriak Persib, ayo bangkit tapi kan kalah
Bandung (ANTARA) -
Aparat Polrestabes Bandung mengamankan 10 orang oknum bobotoh yang diduga membuat kericuhan dan pelemparan batu ke Kantor Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat.
 
Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/4) malam, usai Persib dikalahkan Persija pada Final Piala Menpora.
 
"Mereka berkonvoi. Diduga dari supporter karena teriak-teriak Persib, ayo bangkit tapi kan kalah," kata Asep, di Bandung, Senin.
 
Menurutnya, dari rombongan pemotor itu, 10 orang oknum bobotoh tersebut diamankan di kawasan Jalan Diponegoro oleh polisi yang sedang berpatroli.
 
Selain 10 orang tersebut, polisi juga mengamankan enam unit sepeda motor yang digunakan para oknum bobotoh itu.
 
Adapun para oknum bobotoh itu, juga diduga melakukan pelemparan ke arah kantor PT PBB, karena petugas keamanan setempat menemukan sejumlah batu dan petasan obor.
 
"Tapi tadi sudah didata dan dipulangkan. Tidak ditemukan benda-benda mencurigakan," kata Asep.
 
Sebelumnya, Persija Jakarta berhasil menjuarai ajang pramusim Piala Menpora usai menundukkan Persib dalam dua leg babak final yang digelar.
 
Persib berada di peringkat kedua ajang tersebut. Sedangkan peringkat ketiga diisi oleh PSS Sleman yang mengalahkan PSM Makassar di laga perebutan juara tiga.
Baca juga: Ridwan Kamil: Perusak Graha Persib contoh orang berakhlak buruk
Baca juga: Pemkot Bandung minta Bobotoh Persib tak gelar nonton bareng

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dukung Timnas, Wakil Wali Kota Bandung bawa Bobotoh ke Manila

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar