Bandung (ANTARA News) - Kapolda Jawa Barat Brigjen Sutarman, berjanji akan menindak tegas terhadap geng motor, agar mereka jera hingga masyarakat daerah ini tidak lagi merasa resah serta takut atas kenakalan mereka selama ini.

"Tindakan tegas ini harus kita lakukan, karena kenakalan beberapa geng motor saat ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat," kata Sutarman di Mapolsek Dayeuhkolot, Rabu siang.

Salah satu tindakan tersebut, pihak kepolisian akan mencantumkan keterlibatan seseorang di dalam surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) bila yang bersangkutan terlibat dalam kenakalan geng motor.

"Bahkan, kita sama sekali tidak akan mengeluarkan SKCK kepada siapa pun yang pernah ditahan akibat keterlibataannya dalam kenakalan geng motor," ujar Sutarman yang pernah menjabat Kapolsek Dayeuhlkolot tahun 80-an.

Sementara untuk tindakan pencegahan, lanjut Sutarman, dalam waktu dekat polisi akan mengunjungi sekolah dan berdialog dengan orang tua murid, untuk tetap mengawasi siswa dan anak-anak mereka.

Kenakalan geng motor yang sudah meresahkan dan menimbulkan rasa takut terhadap masyarakat saat ini, menurut Kapolda, merupakan budaya barbar, bukan budaya bangsa Indonesia.

"Kalau kita biarkan, masalah ini bisa mengacaukan tatanan kehidupan sosial masyarakat kita," kata Sutarman di depan tokoh masyarakat serta pengusaha garmen dan tekstil Bandung Selatan itu.

Kesungguhan Sutarman dalam mengendalikan kenakalan geng motor tersebut, ia buktikan pula dengan dibukanya hotline telepon selularnya bagi masyarakat atau sekolah yang mengeluh akibat kenakalan geng motor. (*)
(ANT-156/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010