Liga Inggris

Kian seru, CEO Spotify tantang lagi Stan Kroenke agar jual Arsenal

Kian seru, CEO Spotify tantang lagi Stan Kroenke agar jual Arsenal

Foto Arsip - CEO Spotify Daniel Ek saat berbicara dalam peluncuran produk Samsung di Brooklyn, New York, 9 Agustus 2018. ANTARA\REUTERS/Lucas Jackson.

Jakarta (ANTARA) - CEO dan pendiri Spotify Daniel Ek pada Rabu kembali menantang miliarder Amerika Serikat Stan Kroenke untuk menjual sahamnya di Arsenal dengan menyatakan dia sudah mengamankan dana untuk mengakuisisi klub Liga Inggris itu.

Stan Kroenke dan anaknya yang juga direktur Arsenal, Josh Kroenka, sudah menyampaikan pernyataan sehari sebelumnya bahwa mereka 100 persen tetap berkomitmen bersama Arsenal dan tak berminat menjual sahamnya dalam klub itu sekalipun menghadapi pendukung The Gunners yang tidak menyukai dia.

Ribuan pendukung menggelar unjuk rasa di luar Stadion Emirates pekan lalu setelah klub ini gagal membentuk Liga Super Eropa bersama 11 klub top Eropa lainnya.

Peristiwa itu mendorong Daniel Ek yang merupakan penggemar berat Arsenal selama 30 tahun, menantang akan membeli saham klub itu.

"Saya ingin membangun kepercayaan dengan penggemar dan saya ingin kembali terlibat dengan penggemar," kata Ek kepada CNBC seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Pendiri Spotify incar Arsenal
Baca juga: Stan dan Josh Kroenke tidak berniat jual Arsenal

"Saya serius sekali (dengan tawaran membeli Arsenal). saya sudah mengamankan dana untuk itu dan saya ingin membawa apa yang saya kira tawaran sangat menarik kepada pemilik (Arsenal) dan saya harap mereka mau mendengarkan saya."

"Saya pastinya tak mengharapkan hal ini terjadi dalam semalam dan saya sudah bersiap bahwa hal ini bisa menjadi perjalanan panjang. Yang bisa saya lakukan adalah mempersiapkan apa yang saya anggap tawaran yang sangat bijaksana dan menyampaikannya kepada mereka dan berharap mereka mau mendengarkannya," papar Ek.

Arsenal yang ditaksir Forbes bernilai 2,8 miliar dolar AS, adalah salah satu dari enam klub Liga Inggris yang menyepakati proyek Liga Super Eropa sebelum mundur karena menghadapi gelombang protes dari pendukung, pemain dan pemerintah Inggris.

Klub London utara itu menduduki urutan kesepuluh dalam klasemen Liga Premier dan tengah dalam semifinal Liga Europa.

Baca juga: Seluruh klub Inggris mundur dari Liga Super Eropa
Baca juga: Bruno Fernandes ingin latih MU suatu saat nanti
Baca juga: Harry Kane: saya sangat ingin memenangi trofi

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

INDEF dukung pemerintah pungut PPN Google, Amazon, Netflix, dan Spotify

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar