Pasar Jati Baru jadi alternatif saat Pasar Tanah Abang ditutup

Pasar Jati Baru jadi alternatif saat Pasar Tanah Abang ditutup

Salah satu pedagang di Pasar Jati Baru yang melakukan obral celana jins, menjelang Idul Fitri, Rabu (12/5/2021). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Pasar Binaan Warga Jati Baru, Jakarta Pusat, menjadi alternatif bagi masyarakat yang masih ingin mencari busana dan perlengkapan Idul Fitri di saat Pasar Tanah Abang Blok A ditutup sementara mulai Rabu.

Sejumlah pembeli mengaku telah menjadi langganan di Pasar Jati Baru karena harganya yang lebih murah, daripada pasar lainnya serta akses yang lebih dekat menuju Stasiun Tanah Abang.

"Lebih murah dan memang sudah langganan di sini setiap tahun. Harganya bisa jauh beda, misalnya di toko lain Rp50.000 per potong, di sini Rp100.000 sudah dapat 3 potong," kata Yanti (55), salah satu pembeli asal Muara Baru saat ditemui di Jati Baru, Rabu.

Senada dengan dia, Ola (26) bersama temannya juga memilih membeli busana muslim di Pasar Jati Baru karena harganya yang tidak berbeda jauh dengan di Blok A-B Tanah Abang.

"Kalau beli grosir memang lebih murah di gedung, tapi kalau beli satuan ya tidak jauh beda di sini," kata Ola.

Baca juga: Pengunjung Pasar Jati Baru minim terapkan protokol kesehatan
Baca juga: PKL Jati Baru ramai dipadati warga


Sejumlah pedagang pun mengobral harga dagangannya, mulai dari celana jins, sandal, hingga kerudung, menjelang malam takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada esok hari.

Salah satu pedagang celana jins, Anton (42) mengaku melakukan obral celana jins dari harga Rp75.000 pada pekan lalu, menjadi Rp55.000 per potong.

"Bertahap diskonnya, kan normalnya itu minggu lalu Rp75.000, lalu jadi Rp60.000 waktu H-3, sekarang jadi Rp55.000 per potong," kata Anton.

Pengunjung lebih lengang jika dibandingkan sepekan sebelumnya karena sejumlah warga sebagian besar telah membeli busana Lebaran lebih awal.
Baca juga: Blok A-B Tanah Abang ditutup, aktivitas perdagangan di PKL ramai

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Melihat tren busana lebaran 2021 di pusat tekstil terbesar Asia Tenggara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar