"Spin-off" "Bridgerton" tentang Ratu Charlotte sedang disiapkan

"Spin-off" "Bridgerton" tentang Ratu Charlotte sedang disiapkan

Ratu Charlotte dalam serial Netflix "Bridgerton". ANTARA/Netflix.

Jakarta (ANTARA) - Sebuah spin-off dari serial "Bridgerton" tentang Ratu Charlotte muda sedang digodok oleh Netflix.

Mengutip Variery pada Sabtu, bersamaan dengan menggali kisah asal-usul Ratu Charlotte, serial terbatas ini juga akan mengikuti Violet Bridgerton dan Lady Danbury muda.

Shonda Rhimes akan menggarap naskah dan menjadi produser eksekutif, dengan Betsy Beers dan Tom Verica juga sebagai produser eksekutif.

Selain itu, Jess Brownell akan berperan sebagai showrunner di musim ketiga dan keempat dari "Bridgerton," mengambil alih dari Chris Van Dusen, yang saat ini sedang mengerjakan musim keduanya.

Van Dusen juga menjadi showrunner di musim pertama dan mengembangkan serial tersebut untuk televisi. Brownell sebelumnya mengerjakan acara Shondaland berjudul "Scandal", "Grey's Anatomy", "Private Practice", dan serial Netflix mendatang "Inventing Anna".

"Saat ini kami terus memperluas dunia 'Bridgerton', kami sekarang memiliki kesempatan untuk mengabdikan lebih banyak lagi lipatan Shondaland untuk syair 'Bridgerton'," kata Rhimes.

"Kami telah bekerja dengan Jess Brownell selama lebih dari satu dekade dan sudah lama ingin menemukan proyek yang tepat untuk ditempatkan di tangannya. Ketika tiba waktunya untuk memberikan tongkat estafet, saya tahu suara unik ini sangat penting untuk masa depan pertunjukan," lanjut Rhimes.

Kepala TV Global Netflix, Bela Bajaria mengatakan banyak penonton yang belum mengetahui kisah tentang Ratu Charlotte dan ia sangat senang serial baru ini dapat memperluas cerita Ratu Charlotte di dunia "Bridgerton".

"Shonda dan timnya dengan cermat membangun alam semesta 'Bridgerton' sehingga mereka dapat terus memberikan penggemar sebuah cerita dengan kualitas dan gaya yang sama yang mereka sukai," kata Bajaria.

"Dengan merencanakan dan mempersiapkan semua musim yang akan datang sekarang, kami berharap dapat memuaskan penonton," imbuhnya.

Setelah debut musim perdana pada Hari Natal 2020, Netflix mengatakan "Bridgerton" berada di jalur yang tepat untuk menjangkau 63 juta rumah tangga dalam 28 hari pertama, yang menjadikannya sebagai serial terbesar kelima di Netflix.

"Bridgerton" diadaptasi dari seri novel terlaris karya Julia Quinn yang berlatarkan dunia mewah dan kompetitif masyarakat kelas atas London.

Dari ballroom Mayfair yang berkilauan hingga istana aristokrat Park Lane dan sekitarnya, serial ini mengungkap "dunia yang menggoda dan mewah yang penuh dengan aturan rumit dan perebutan kekuasaan yang dramatis, di mana tidak ada orang yang benar-benar berada di tempat yang stabil.

Inti dari pertunjukan ini adalah keluarga Bridgerton yang kuat, terdiri dari delapan saudara kandung yang dekat, kelompok yang cerdas dan berani menavigasi adegan pernikahan abad ke-19 untuk mencari romansa, petualangan, dan cinta.


Baca juga: "Bridgerton" musim kedua masuki tahap produksi

Baca juga: Bintang "Bridgerton" Phoebe Dynevor dan Pete Davidson pacaran

Baca juga: "Bridgerton" akan masuki musim ketiga dan empat di Netflix

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

INDEF dukung pemerintah pungut PPN Google, Amazon, Netflix, dan Spotify

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar