Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UAE) M. Wahid Supriyadi beserta staf menyempatkan diri berkunjung ke penjara Al Wathba yang terletak sekitar 40 km di luar kota Abu Dhabi, untuk menemui WNI yang dipenjara karena berbagai alasan.

Dubes Wahid juga melakukan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya, demikian siaran pers Kedubes RI Abu Dhabi yang diterima di Jakarta.

"Kenapa sampai di penjara?" tanya Dubes Wahid membuka percakapan.

"Biasa Pak, karena pacaran," kata sejumlah tenaga kerja wanita hampir menjawab secara serentak sambil malu-malu.

Ada kejadian unik tahun ini yang dialami seorang TKW dari Banjarmasin.

Ia mengaku bangga pacaran dengan seorang warga negara Inggris, sementara yang lain umumnya berpacaran dengan warga negara India, Pakistan atau Bangladesh.

"Wah peningkatan, anakmu nanti calon bintang film," ujar Dubes Wahid yang disambut tawa dari teman-temannya.

Kepala Penjara Al Wathba, Brigadir Yousef Abduk Karem Al Ahmed dan para sipir penjara lain saling menatap, tidak tahu apa yang dibicarakan.

Ketika ditanya siapa saja yang sudah punya suami, sebanyak delapan orang yang angkat tangan.

"Jadi mengapa pacaran?" tanya Dubes lagi.

Lebih dari separuhnya menjawab bahwa suaminya telah kawin lagi.

Saat ini terdapat 40 TKW yang berada di tahanan Al Wathba, dan hampir semuanya karena kasus asusila.

Sebagian di antara mereka mengaku dijebak dan seorang ibu paruh baya mengaku ditangkap hanya karena ketahuan memberi minum kepada tukang listrik yang sedang memperbaiki rumah majikan.

Dubes Wahid mengingatkan bahwa para TKW harus menghormati UU setempat dan KBRI tidak dapat mencampuri proses pengadilan.

Namun KBRI siap mendampingi dan bahkan mengirim pengacara jika diperlukan dalam proses sidang, katanya.

Di lain pihak, semuanya mengaku telah diperlakukan dengan baik dan bahkan sebagian besar mendapat pengampunan dari Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan akan segera dipulangkan sehubungan dengan jatuhnya bulan suci Ramadhan.

Dalam kesempatan itu Dubes Wahid memberi makanan-makanan ringan seperti lumpia, lemper dan kue lapis.

Seorang TKW mengatakan sudah dua tahun tidak pernah menyantap makanan tersebut dan berterima kasih kepada KBRI.

Dubes juga membagi-bagikan kaos bertuliskan HUT RI ke-65 dan bahan-bahan bacaan serta majalah wanita. Satu buku berjudul "Tamasya ke Masjid" ditulis oleh seorang TKI, Jaya Komarudin, yang bekerja di perusahaan petrokimia di Ruwais (sekitar 250 km dari Abu Dhabi).

Kepala Penjara Al Wathba, Brigadir Yousef Abduk Karem Al Ahmed mengatakan saat ini pihaknya menampung lebih dari 1.000 tahanan yang berasal dari 80 negara, termasuk dari Indonesia.

Seluruh tahanan diberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit, menyulam dan mengaji. Bagi mereka yang telah menyelesaikan pelatihan akan diberikan bonus berupa sajadah, Al Quran dan uang sebesar 80 dirham yang setara dengan Rp192.000.

Usai lawatan ke penjara itu, Dubes Wahid mengadakan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang dihadiri oleh sekitar 300 WNI dari wilayah Abu Dhabi dan sekitarnya.
(M016/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010