Tidak terpengaruh COVID, bisnis remitansi jadi tumpuan ekonomi

Tidak terpengaruh COVID, bisnis remitansi jadi tumpuan ekonomi

Layanan transfer uang antarbank antarnegara melalui Flip. ANTARA/HO-Flip

Melalui fitur Flip Global, pengguna aplikasi bisa dengan mudah mentransfer uang ke sejumlah negara dengan biaya antara Rp45.000 hingga Rp65.000
Jakarta (ANTARA) - Bisnis remitansi dinilai menjadi salah satu tumpuan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 dengan syarat ada terobosan yang dapat memudahkan layanan transfer antarbank di sejumlah negara.

Melihat potensi itu, Flip, perusahaan startup teknologi finansial (fintech) asal Indonesia terus menambah daftar jumlah negara yang masuk dalam layanan aplikasi yaitu Jepang dan Turki.

"Dengan masuknya Jepang dan Turki, maka Flip telah melayani transfer uang yang ke 12 negara, selain Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Australia, dan lainnya," kata Head of Business Development Flip Wiena Brawijaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Melalui fitur Flip Global, pengguna aplikasi ini bisa dengan mudah mentransfer uang ke sejumlah negara dengan biaya antara Rp45.000 hingga Rp65.000.

Menurut dia, saat ini, masih banyak yang terkendala dalam melakukan transfer uang ke luar negeri di Indonesia, terutama karena biaya cukup mahal yang dibebankan oleh bank konvensional dan juga waktu pengiriman yang cukup lama.

Pengguna aplikasi Flip saat ini sudah lebih dari tiga juta pelanggan dan telah melakukan transfer uang sebanyak triliunan rupiah setiap bulannya.

Flip juga sudah memiliki lisensi dari Bank Indonesia yang membuat seluruh transaksi yang terjadi pada aplikasi maupun website aman dan terpercaya.

"Selain melayani transfer beda bank ke 16 bank di Indonesia, juga transfer ke 12 negara di dunia," katanya.

Menurut Wiena, Flip sebagai aplikasi yang dari sejak awal berdiri sangat customer centric, selalu berusaha untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi finansial secara digital bagi para penggunanya.

"Dalam era digital yang 'menghilangkan' batas internasional, maka Flip juga berusaha memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengirimkan uang ke luar negeri dengan layanan yang mudah dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja dengan biaya relatif lebih murah, namun tetap dengan layanan terbaik dan tercepat," ujar Wiena.

Sementara itu, Dea (30 tahun), salah seorang pengguna aplikasi Flip mengatakan selalu menggunakan Flip Global saat mengirimkan uang ke Malaysia untuk kerabatnya,

"Sebelum menggunakan Flip biaya transfer cukup mahal dan membutuhkan waktu yang lama sekitar 10 hingga 24 jam kerja. Namun, melalui Flip, transfer uang sekitar 30 menit sudah sampai ke kerabat saya dan biayanya hanya Rp45.000," katanya.

Baca juga: Remitansi pribadi ke Filipina pada 2020 capai 33 miliar dolar AS
Baca juga: Menjelang Lebaran kiriman uang TKI Ke Sukabumi melonjak 10-15 persen
Baca juga: BNI gandeng tekfin layani remitansi diaspora Indonesia


Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tidak mengembalikan uang salah transfer dari bank bisa dipidana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar