Sopir angkutan logistik di Pelabuhan Tanjungkalian wajib tes usap

Sopir angkutan logistik di Pelabuhan Tanjungkalian wajib tes usap

Pemeriksaan tes usap dan Genose kepada sopir dan kondektur di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok. ANTARA/ Donatus Dasapurna

mengembalikan Bangka Barat menjadi zona hijau
Mentok, Babel (ANTARA) - Para sopir dan kondektur angkutan logistik yang baru tiba di Pelabuhan Tanjungkalian, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwajibkan menjalani tes usap untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Mereka yang baru tiba dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, kami periksa satu per satu, kami harapkan upaya ini bisa mencegah penularan," kata Sekretaris Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka barat, Sidharta Gautama di Mntok, Jumat.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dengan menggunakan tes usap antigen ini dilakukan kepada seluruh sopir dan kernet armada angkutan logistik yang dilakukan di kawasan Pelabuhan Tanjungkalian.

"Para petugas kesehatan berjaga sesuai jadwal kedatangan kapal feri, begitu masuk langsung jalani pemeriksaan, jika hasilnya negatif baru diizinkan melanjutkan perjalanan di beberapa kota di Pulau Bangka," katanya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Babel bertambah 271 jadi 17.431 jiwa
Baca juga: Satgas COVID-19 Bangka tutup sementara kantor Dukcapil


Ia mencontohkan, pada Kamis (27/5) malam para petugas menunggu kedatangan Kapal Feri Gaunsa8 dan langsung memeriksa tes usap kepada 14 sopir dan dua kondektur menggunakan tes usap, sedangkan lima orang lainnya menggunakan Genose dengan hasil seluruhnya negatif.

"Pemeriksaan seperti ini akan terus kami lakukan untuk menjaga agar para sopir dan kondektur yang sering keluar masuk Pulau Bangka tidak menjadi perantara penularan virus sekaligus mengembalikan Bangka Barat menjadi zona hijau," katanya.

Pada kegiatan itu, kata dia, para petugas kesehatan dari Puskesmas Mentok didampingi petugas Satgas Kabupaten Bangka Barat, TNI, KKP Pelabuhan Tanjungkalian.

"Kita akan bersinergi dan bekerja sama dalam melakukan pengawasan untuk beberapa hari ke depan," katanya.

Ia akan melihat perkembangan zonasi penyebaran COVID-19 apakah mampu bergerak dari oranye ke hijau.

"Tapi kalau kondisi yang terkonfirmasi COVID-19 meningkat di lima hari ke depan akan segera kita lakukan tindakan pengendalian ketat pada penumpang di pintu masuk pelabuhan," katanya.

Baca juga: Babel perpanjang peniadaan transportasi cegah varian baru COVID-19
Baca juga: 17 bayi di Kabupaten Bangka-Babel terpapar positif COVID-19

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah varian Omicron, RI tutup pintu masuk bagi sejumlah negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar