Bogor (ANTARA News) - Perayaan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor ke-47 tahun 2010, Jumat malam diawali dengan kegiatan memberikan santunan kepada 700 yatim non-mukim yang berasal dari 14 desa lingkar kampus Darmaga, Kabupaten Bogor.

Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto, di Bogor, Jawa Barat (Jabar) dalam sambutannya mengatakan, perguruan tinggi itu dilahirkan pada 1963.

Ia menjelaskan, IPB didirikan dengan harapan dapat menjawab kebutuhan nasional di bidang pengembangan pertanian dan ketahanan pangan.

"Kelahiran IPB untuk menjawab tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang pertanian dan ketahanan pangan," katanya di sela-sela pembukaan Dies Natalis ke-47 IPB di Graha Widya Wisuda (GWW).

Dies ke-47 IPB dibuka oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Prof Dr Djoko Santoso.

Rangkaian acara pembukaan Dies ke-47 IPB ditandai dengan santunan terhadap yatim piatu dan "dhuafa".

Sebanyak 700 yatim dan "dhuafa" dari 14 desa dan kelurahan lingkar kampus IPB menjadi sasaran program bakti sosial yang digelar setiap bulan Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, IPB menyerahkan bantuan berupa dana pembinaan sebesar Rp150 ribu per orang, peralatan shalat senilai Rp50 ribu, vitamin-vitamin dan menu khas berbuka puasa.

Selain diisi santunan yatim dan "dhuafa", pembukaan Dies Natalis ke-47 IPB juga dirangkai dengan buka puasa bersama dan ramah tamah antarcivitas akademika IPB dengan kaum "dhuafa" lingkar kampus IPB Darmaga.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-47 IPB Dr Meika Rusli menambahkan, perayaan dies tahun 2010 akan diselenggarakan selama dua bulan yaitu mulai 27 Agustus hingga 10 Oktober mendatang.

Dies Natalis ke-47 IPB 2010 mengambil tema "Transformasi Menuju Perguruan Tinggi Akuntabel: Memperkokoh Karakter Bangsa dan Ketahanan Pangan".

Meika Rusli mengatakan, Dies Natalis IPB tahun ini akan diisi serangkaian acara yang bersifat multi-dimensi yaitu mencakup kegiatan akademik berupa orasi ilmiah dan seminar, bakti sosial, bersih-bersih kampus dan jalan sehat.

Rangkaian acara berikutnya yaitu berupa Forum "IPB Mendengar", ekpos dan peluncuran karya IPB hingga apresiasi terhadap para sesepuh yang telah berjasa membangun IPB. (*)
(ANT-053/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010