Rektor ITS: Industri 4.0 karena adanya teknologi dan keekonomian

Rektor ITS: Industri 4.0 karena adanya teknologi dan keekonomian

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Mochamad Ashari (kiri) mengemudikan mobil listrik Lowo Ireng Reborn di ITS Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Jakarta (ANTARA) - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Mochamad Ashari mengatakan bahwa implementasi Industri 4.0 terjadi karena adanya faktor teknologi dan keekonomian.

Para pelaku industri akan memanfaatkan teknologi selama hal tersebut berdampak secara ekonomi. "Para pengusaha itu hanya melihat kalau masuk secara ekonomi kenapa tidak? Mau pasang robot-robot yang pintar sekalipun tidak ada masalah asalkan ada infrastruktur, butuh 5G harus ada 5G, butuh listrik harus ada listrik dan regulasi pemerintah membolehkan," kata Ashari dalam "Bincang Perspektif Trakindo", Kamis.

"Akankah taksi-taksi atau mobil itu karena revolusi Industri 4.0 akan semuanya autonomous, bergerak tanpa sopir? Ini semua sangat-sangat mungkin dan itu saya rasa keniscayaan," katanya.

Baca juga: Volvo kembangkan mobil otonom bersama DiDi

Menurut dia, untuk menghadapi era revolusi Industri 4.0 tersebut, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, peran universitas menjadi penting dalam mencetak SDM-SDM yang siap terjun ke dunia kerja.

"Pendidikan tinggi itu adalah supplier sumber daya manusianya. Universitas itu titik peralihan dari perkuliahan ke dunia kerja," kata Ashari.

Sementara itu, Chief Administration Officer PT Trakindo Utama, Yulia Yasmina, mengatakan dunia industri memerlukan keberadaan SDM berkualitas, terlebih di bidang teknologi.

Baca juga: Volkswagen dan Microsoft buat teknologi untuk mobil otonom

“Strategi dan perubahan di bidang pendidikan tinggi yang kemudian berdampak pada pendidikan menengah akan menentukan kemampuan SDM di Indonesia. Kami dari dunia industri harus dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjadi lebih inovatif, proaktif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman yang terjadi saat ini dan di masa depan nantinya,” kata Yulia.

Menurut dia, teknologi menjadi kebutuhan utama di tengah revolusi Industri 4.0 dan akan menghadirkan tantangan baru berupa perubahan cara masyarakat bekerja dan mencapai tujuannya.

“Seiring perkembangan teknologi di era revolusi Industri 4.0, kemajuan di industri alat berat saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya terampil di bidang mekanikal, tapi juga di bidang elektrikal. Trakindo pun mendukung pengembangan di jurusan-jurusan terkait teknologi serta menambah dukungan dan kerja sama di bidang elektrikal," kata dia.

Baca juga: Pandemi COVID-19 dorong guru maksimalkan teknologi

Baca juga: Pony.ai dapat izin uji kendaraan otonom di California

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar