Wakil Wali Kota Depok dorong mahasiswa mengenal peluang usaha

Wakil Wali Kota Depok dorong mahasiswa mengenal peluang usaha

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (kiri) dalam acara kuliah umum dengan tema ‘Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah’ Voaksi UI. ANTARA/Humas UI.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin diharapkan dapat peka melihat masalah kota/kabupaten dan menangkapnya sebagai peluang usaha
Depok (ANTARA) - Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mendorong mahasiswa agar mengenal dan mengetahui peluang-peluang usaha di era otonomi daerah, sehingga bisa mengembangkan usaha dengan prospek yang cerah.

"Mahasiswa sebagai calon pemimpin diharapkan dapat peka melihat masalah kota/kabupaten dan menangkapnya sebagai peluang usaha," kata Imam Budi Hartono di Depok, Selasa.

Ia mencontohkan Kota Depok dengan penduduk 2 juta lebih, memiliki potensi besar untuk peluang usaha di masa yang akan datang. Terlebih di masa otonomi daerah yang bersifat desentralisasi sehingga kota/kabupaten dapat berinovasi sesuai potensi daerahnya masing-masing.

Sehingga kata Imam mahasiswa Vokasi UI dapat berkontribusi dan bekerja sama dalam menciptakan Depok yang maju dan lebih baik lagi. "Saya tunggu gagasan segar dari mahasiswa Vokasi UI," ujarnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 memuat pengertian tentang otonomi daerah, yakni penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonomi.

"Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengurus dan mengatur, namun tetap dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk menjalankan pemerintahan otonomi daerah yang baik, perlu berpegang pada nilai dasar desentralisasi, yaitu kebebasan, partisipasi, serta efektivitas dan efisiensi," katanya.

Dalam upaya menciptakan pemerintahan daerah yang baik, terdapat 4 karakter kepemimpinan yang perlu dimiliki dalam era otonomi daerah, yaitu Cerdas, Terbuka, Amanah dan Jujur.

"Kecerdasan akan membuat pemimpin mampu menyusun visi misi yang jelas, sehingga dapat dituangkan ke dalam bentuk regulasi yang baik, Transparansi akan menjunjung tinggi Keterbukaan Informasi Publik, Amanah dengan menjalankan seluruh program kerja dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, dan terakhir adalah Jujur, bekerja untuk kepentingan masyarakat dan mengesampingkan kepentingan diri serta golongan," ujar Imam.

Kemudian, Imam menjelaskan bahwa sejak adanya Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, memberi kesempatan kepada setiap WNI menjadi seorang pemimpin, dimulai sebagai seorang pemimpin di tingkat kampus maupun di tingkat sebuah kota atau kabupaten, provinsi, bahkan menjadi seorang pemimpin di Indonesia yaitu sebagai seorang presiden.

Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar kuliah umum dengan tema ‘Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah’ dengan narasumber Ir. H. Imam Budi Hartono, Wakil Wali Kota Depok.

Ketua Program Studi Administrasi Perkantoran, Program Pendidikan Vokasi UI Istiadi mengatakan bahwa kepemimpinan dan kewirausahaan adalah salah satu aspek yang ditekankan di Vokasi UI.

Istiadi menjelaskan kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok diharapkan juga dapat terus dijalin baik dalam proses magang, pengajaran, riset dan juga pemberdayaan masyarakat. “Kerja sama terus kami tingkatkan sebagai link and match pendidikan vokasi dengan pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” kata Istiadi.

"Kami memiliki mata kuliah khusus yang mengasah kepemimpinan serta kewirausahaan, sehingga diharapkan lulusan vokasi tidak hanya mampu mendapat pekerjaan yang baik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberi kontribusi bagi kota/kabupaten di mana mereka berada,” ujar Istiadi.

Ia berharap kehadiran Ir. H. Imam Budi Hartono diharapkan mampu memotivasi para mahasiswa untuk berperan aktif di lingkungannya masing-masing.

Baca juga: Vokasi UI siapkan tenaga ahli madya asuransi profesional
Baca juga: Vokasi UI adakan konsultasi gratis tentang pajak
Baca juga: Mahasiswa Prodi Humas Vokasi UI juara 2 Comminfest 2021

 

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar