Jakarta (ANTARA News) - Guna merangsang atlet nasional yang dikirim ke Asian Games XVI Guangzhou China mempersembahkan prestasi, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjanjikan bonus Rp400 juta bagi atlet peraih medali emas.

"Untuk peraih medali perak direncakan dapat bonus Rp200 juta, dan perunggu Rp50 juta. Sedang pelatih yang atletnya meraih medali emas dijanjikan bonus Rp100 juta, perak Rp50 juta dan perunggu Rp30 juta," tegas Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, di Jakarta, Senin.

Wafid mengatakan bonus yang dijanjikan jumlahnya disesuaikan dengan prestasi atlet yang diraih dalam Asian Games XVI Guangzhou China, November mendatang. Dengan begitu sudah tentu dana yang dipersiapkan untuk pemberian bonus pada atlet belum dapat disebutkan.

Sedang tahun 2006 di Doha Qatar, kontingen Indonesia membawa 2 medali emas, 4 perak dan 14 perunggu. Adapun di Asian Games XVI di Guanzhou, China, KOI berani memberikan target empat medali emas dari 24 cabang yang diikuti kontingen Indonesia. Karena jumlah kontingen Indonesia belum dapat ditentukan, setelah ada pengurangan satu cabang yaitu sofbol.

Melalui pengurangan tersebut, katanya, sudah tentu jumlah atletnya juga dikurangi. Pengurangan cabang sofbol menuju Asian Games XVI tidak dilakukan oleh kantor Menpora, namun merupakan hasil rapat dengan pemangku kepentingan yang duduk dalam KOI maupun Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Menurutnya, pengiriman atlet ke multi event internasional jangan dikaitkan dengan dana karena pemerintah sudah tentu akan memperjuangkan atletnya tampil dalam multi event Asia maupun dunia, dengan catatan atletnya bisa menjanjikan meraih prestasi optimal.

Namun bila prestasi yang dimiliki atletnya sulit untuk membuahkan prestasi di Guangzhou, maka untuk apa memaksakan diri tampil di Asian Games.(*)
(pso-131/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010