Artikel

Agar mata tetap sehat meski terus terpapar layar gawai

Oleh Maria Rosari Dwi Putri

Agar mata tetap sehat meski terus terpapar layar gawai

Ilustrasi - Bekerja di rumah. ANTARA/Pixabay

Jakarta (ANTARA) - Pandemi masih belum usai dan sebagian besar masyarakat masih harus bekerja atau berkegiatan di rumah saja. Anjangsana pun lebih banyak dilakukan secara virtual. Kondisi ini tentu membuat orang berinteraksi menggunakan gawai mereka lebih daripada biasanya.

"Ya, tentu lebih banyak orang terpaku pada tablet, televisi, dan laptop mereka jauh lebih lama daripada sebelumnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini akan berdampak buruk pada kesejahteraan emosional dan fisik, serta kondisi mata Anda," kata Dr Anup Rajadhyaksha, dokter mata dan Konsultan medis dari Entod International.

Baca juga: Atasi mata minus tanpa lasik untuk anak, mungkinkah?

Selama peraturan untuk bekerja di rumah saja (WFH) terus berlaku, paparan layar meningkat karena banyak orang menghabiskan waktu untuk menonton acara baik secara streaming maupun di televisi, main gim dan bekerja dari rumah.

Kendati demikian penggunaan perangkat elektronik dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah mata, termasuk mata kering, gatal, dan kemerahan, serta mata juling, berair, dan sakit kepala. Belum lagi posisi stagnan yang kerap dilakukan saat bekerja di depan layar komputer atau laptop, dapat membuat punggung menjadi sakit.

Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata:

1. Pola makan sehat
Sejumlah dokter mata berpendapat bahwa konsumsi makanan sehat menjadi salah satu cara jitu untuk menjaga kesehatan mata. Konsumsi suplemen untuk mata juga kadang diperlukan sebagai penunjang kesehatan mata, apalagi dalam kondisi seperti ini, di mana mata terus menerus terpapar sinar dari gawai.

"Ini hampir sama dengan setiap makanan yang baik dan bergizi lainnya. Mulailah dengan bayam atau kangkung dengan sayuran berwarna-warni di atasnya. Nutrisi lutein dan zeaxanthin yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau telah terbukti membantu mengurangi timbulnya penyakit mata," kata Rajadyaksha kepada laman Indian Express.

Menurut National Institutes of Medicine, vitamin A, yang dapat terkandung dalam sayuran berwarna kuning dan oranye, termasuk wortel dan ubi jalar, dapat meningkatkan kesehatan mata. Buah-buahan seperti pisang, anggur, dan mangga yang kaya akan vitamin C dan antioksidan lainnya, juga bermanfaat untuk mencegah penyakit mata.

Selain itu omega 3 sangat baik untuk pembentukan air mata sehingga mencegah mata menjadi kering. Maka salmon atau ikan air dingin lainnya harus menjadi bagian dari pola makan sehat yang optimal. Telur ayam yang mengandung Omega3 juga bisa menjadi alternatif pengganti ikan salmon, namun perhatikan jumlah asupan per hari, supaya kolesterol Anda tetap terjaga baik.

Baca juga: Anak loper koran derita tumor mata, Wali Kota Tanjungpinang bantu BPJS

2. Istirahat cukup
Beristirahatlah secara teratur dari pekerjaan yang memaksa Anda menatap lekat layar gawai.

"Cobalah untuk menutup mata selama beberapa detik, setiap 15 hingga 20 menit sekali. Cara ini sangat ampuh untuk membuat Anda beristirahat dari menatap layar gawai terlalu lama," ujar Rajadyaksha.

Setiap dua jam cobalah untuk memijat otot-otot di sekitar mata atau bilas wajah Anda menggunakan air dingin. Hindari menggosok mata dengan tangan dan seringlah berkedip jika mata kering.

Selain itu, cobalah untuk meletakkan gelas atau kudapan jauh dari jangkauan Anda. Hal ini akan memaksa Anda untuk berhenti sejenak dari menatap layar, dan berjalan untuk sekedar mengambil minum dan kudapan. Cara ini tidak hanya akan membantu mengistirahatkan mata, namun juga akan membuat tubuh Anda sedikit bergerak, sehingga membantu mencegah gaya hidup sedentary alias malas bergerak, seperti dikutip laman National Eye Institute (NEI).

Jika Anda akan menggunakan layar gawai, maka manfaatkan sebaik-baiknya dengan mempraktikkan rutinitas latihan baru atau menguasai keterampilan baru. Anda dapat membatasi waktu "screen time" dengan cara ini, dan nantinya Anda akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal lain.

Baca juga: Ciri-ciri anak butuh bantuan kacamata

3. Gunakan kacamata untuk menghalangi "blue light"
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar berbahaya bagi mata kita, terutama jika kita terlalu lama atau teralu sering menatap layar gawai. Kacamata komputer, juga dikenal sebagai kacamata pemblokiran cahaya biru, kini banyak dijual dan menjadi hal umum sebagai sarana untuk mengurangi efek tekanan digital pada mata.

"Cahaya High-energy visible light (HEV), yang dilepaskan oleh hampir setiap layar optik, dihalangi oleh kacamata khusus ini. Lensa kacamata pemblokiran cahaya biru sering diwarnai dengan warna kuning muda, yang menetralkan cahaya biru dan mengurangi efek tegang pada mata yang menyebabkan mata menjadi sakit dan rusak," jelas Rajadyaksha.

Lensa pemblokir cahaya biru kerap kali secara otomatis terpasang saat Anda menggunakan gawai pada malam hari sebelum tidur atau di tempat dengan minim cahaya.

"Selain itu, bekerja di bawah lampu neon atau di ruang gelap bukanlah ide yang baik. Saat mengoperasikan gawai dan membaca dalam cahaya redup dapat memicu ketegangan mata," tambah Rajadhyaksha.

4. Perhatikan posisi bekerja
Pindahkan layar sehingga mata Anda sejajar dengan bagian atas monitor. Itu memungkinkan Anda melihat layar sedikit ke bawah. Selain itu, cobalah untuk menghindari silau dari jendela dan lampu. Gunakan layar anti-silau jika diperlukan.

Pilih kursi yang nyaman dan mendukung. Posisikan agar kaki Anda rata di lantai.

5. Terhubung dengan keluarga dan hewan peliharaan
Habiskan waktu bersama keluarga Anda, baik itu orang tua, saudara kandung, atau hewan peliharaan Anda. Menghabiskan waktu dengan satu sama lain akan membuat Anda merasa nyaman dan memberi Anda istirahat dari komputer dan desktop Anda. Anda dapat bercengkrama atau melakukan permainan dalam ruangan yang akan membuat Anda lupa dengan gawai.


Baca juga: Cek Fakta: Radiasi pada ponsel sebabkan kebutaan?

Baca juga: Manfaat buah naga, cegah anemia hingga jaga kesehatan mata

Baca juga: Disiplin kunci putus mata rantai penyebaran COVID-19

Oleh Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

3 tips menjaga kesehatan mata di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar