Lonjakan COVID-19 di Banguntapan dominan klaster pelaku perjalanan

Lonjakan COVID-19 di Banguntapan dominan klaster pelaku perjalanan

Tes COVID-19 oleh tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Pelaku perjalanan antardaerah yang kemudian menyebar ke keluarga
Bantul (ANTARA) - Lonjakan kasus konfirmasi positif terpapar COVID-19 di wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir paling dominan berasal dari klaster pelaku perjalanan yang menularkan ke lingkungan sekitar.

Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Banguntapan, Fauzan Muarifin dalam pernyataan resmi melalui media sosial, Kamis, mengatakan, untuk pertama kalinya bahwa pasien positif COVID-19 di Banguntapan yang isolasi per 16 Juni tembus sebanyak 300 orang, setelah bertambah 35 kasus baru dalam sehari.

"Ini tidak boleh kita biarkan, harus kita atasi bersama-sama agar pasien positif bisa nol. Banyak klaster yang menjadi penyebabnya, yang paling dominan akhir-akhir ini adalah dari pelaku perjalanan antardaerah yang kemudian menyebar ke keluarga atau lingkungan sekitar dengan jumlah variatif," katanya.

Bahkan, kata Fauzan yang juga Camat Banguntapan, yang tidak kalah pentingnya adalah mulai adanya beberapa pasien positif COVID-19 yang tidak tahu kapan dan dimana terpapar virus corona tersebut.

"Mungkin ini yang dimaksud dengan 'titik lengah', dan boleh jadi saat dia di perjalanan melakukan aktivitas, saat nongkrong di warung atau kafe, pasar, kantor, pusat perbelanjaan dan sebagainya," katanya.

Baca juga: Ada tambahan 233, positif COVID-19 di Bantul-DIY jadi 15.985 kasus

Baca juga: Bantul terus menambah tempat isolasi COVID-19 di tingkat desa


Oleh sebab itu, Camat Banguntapan benar-benar berpesan kepada pelaku perjalanan antar daerah dan antar kota agar disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena banyak titik lengah selama perjalanan, di tempat tujuan dan saat pulang.

"Dimohon dengan sangat kesadaran dan keikhlasannya untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yaitu selalu memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, menghindari kerumunan dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas COVID-19 Kabupaten Bantul, total kasus positif se-Bantul per Rabu (16/5) sebanyak 15.985 orang, dengan telah sembuh 14.077 orang, sedangkan kasus meninggal berjumlah 403 orang, sehingga pasien COVID-19 yang masih isolasi sebanyak 1.505 orang.

Dari pasien COVID-19 aktif di 17 kecamatan se-Bantul itu, terbanyak dari Kecamatan Banguntapan 300 orang, kemudian kedua dari Kecamatan Sewon 173 orang, selanjutnya dari Kecamatan Kasihan 127 orang, dan Kecamatan Bantul 114 orang.

Baca juga: Kemenkes dukung penanganan COVID-19 Pemkab Bantul

Baca juga: Pemkab: Pemudik tidak terdeteksi di perbatasan wajib isolasi mandiri

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Garda Srigading, rumah belajar dengan wifi gratis selama pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar