Para senator dua kubu susun bersama proposal infrastruktur AS

Para senator dua kubu susun bersama proposal infrastruktur AS

"Field of flags" terlihat di National Mall di depan gedung Capitol menjelang upacara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden di Washington, AS (20/1/2021). ANTARA/REUTERS/Allison Shelley/aa.

Kami mencoba menyelesaikan keduanya. Kami harus menyelesaikan keduanya
Washington (ANTARA) - Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer pada Kamis (17/6) bertemu dengan anggota kelompok senator dua kubu yang berjuang untuk mengembangkan proposal infrastruktur yang dapat berhasil melalui Kongres sambil mencapai tujuan Presiden Joe Biden.

Dua puluh satu dari 100 senator, termasuk 11 Republik, sembilan Demokrat dan satu independen yang berunding dengan Demokrat telah bergabung dalam proposal bipartisan, membangun kerangka kerja yang menurut sumber akan menelan biaya $ 1,2 triliun (Rp17,2 kuadriliun) selama delapan tahun.

Itu jauh dari proposal Biden saat ini senilai $1,7 triliun (Rp24,4 kuadriliun) tentang investasi infrastruktur, yang mencakup pengeluaran besar-besaran untuk memerangi perubahan iklim dan memberikan lebih banyak perawatan untuk anak-anak dan orang tua. Politisi Demokrat Progresif di Kongres mengatakan mereka mungkin tidak mendukung paket yang tidak membahas prioritas tersebut.

Senator Bernie Sanders menyatakan tak setuju pada Kamis dengan mengatakan dia sedang menyusun paket infrastruktur hingga $6 triliun (Rp86 kuadriliun), bahkan di luar permintaan awal Biden. Langkah itu pasti akan ditolak oleh Partai Republik dan tidak jelas berapa banyak dukungan yang akan dikumpulkan di antara Demokrat.

Rancangan proposal kesepakatan bipartisan yang diedarkan di antara anggota kelompok tersebut mencakup pengeluaran baru sebesar $579 miliar (Rp8,3 kuadriliun), yang sebagian akan dibayar oleh dana bantuan COVID-19 yang tidak terpakai, kemitraan publik-swasta, dan otoritas pembiayaan infrastruktur.

Potongan terbesar dari uang, $ 110 miliar (Rp1,5 kuadriliun), akan dihabiskan untuk jalan, jembatan dan proyek-proyek besar, menurut rancangan tersebut. $66 miliar (Rp950 triliun) lainnya akan dihabiskan untuk kereta penumpang dan barang dan $48,5 miliar (Rp698 triliun) untuk angkutan umum, menurut rancangan proposal.

Rencana bipartisan akan didanai oleh berbagai sumber pendapatan. Beberapa di antaranya kontroversial, termasuk mengindeks pajak gas terhadap inflasi. Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut menekankan bahwa dokumen tersebut merupakan rancangan yang disusun oleh satu anggota untuk dipertimbangkan, dan belum ada keputusan akhir.

Schumer mengatakan Demokrat sedang mengerjakan dua "jalur" infrastruktur - RUU bipartisan dan yang lebih besar yang dapat disahkan hanya dengan suara Demokrat menggunakan proses yang disebut "rekonsiliasi ".

"Kami mencoba menyelesaikan keduanya. Kami harus menyelesaikan keduanya," kata Schumer.

Sumber: Reuters


Baca juga: Tentara Israel tembak mati di bagian kepala pemuda Palestina

Baca juga: Pejabat: Lonjakan COVID-19 di Moskow kemungkinan karena varian baru

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Derai tawa di Gedung Putih karena berebut pena Biden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar