Bengkulu (ANTARA News) - Seorang warga di lokasi banjir Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menangkap seekor buaya pascabanjir melanda daerah itu.

"Saya berhasil menangkap seekor buaya muara dengan panjang sekitar 160 centimeter yang berjenis kelamin betina," kata warga Desa Urai Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara Bambang Trenggono, Rabu.

Ia mengatakan, buaya tersebut ditangkap saat sedang berjemur di tepi sungai Urai pada Selasa (28/9) pukul 14.30 WIB pascabanjir yang melanda desa tersebut pada Senin (27/9).

"Buaya tersebut saya tangkap dengan cara menyergapnya dari belakang sambil menutup matanya dengan sebuah karung dan kemudian mengikat moncongnya dengan tali," katanya.

Ia memperkirakan buaya muara tersebut sudah berumur sekitar dua tahun dengan berat sekitar 50 kilogram.

"Setelah ditangkap, kami berusaha mengambil air liurnya sebab air liur buaya tersebut bermanfaat untuk mengobati penyakit bibir pecah-pecah," katanya.

Cara mengambil air liur buaya tersebut yakni dengan mengganjal moncong buaya dengan sepotong kayu lalu air liur buaya yang menetes ditampung dengan sebuah wadah.

"Untuk mempertahankan kehidupan buaya tersebut kami memberikannya makan seekor ayam," katanya.

Ia merencanakan akan menjual buaya tersebut bila ada pembeli yang berminat dan mau membelinya dengan harga yang layak.

Untuk mencegah buaya tersebut melarikan diri dan mengganggu warga sekitar maka ia mengikat badan buaya dengan rantai.

"Buaya ini sudah dipelihara sejak dua tahun lalu. Saat itu buaya ditangkap dengan ukuran masih kecil dan selama ini hanya diikat di belakang rumah. Namun saat banjir melanda Senin(27/9) lalu buaya ini lepas," ujarnya.

Kini buaya tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara kendaraan yang sedang melewati daerah setempat sehingga menjadi objek wisata fauna dadakan.

(ANT/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010