BI: Pengembangan usaha pada pesantren tingkatkan ekonomi masyarakat

BI: Pengembangan usaha pada pesantren tingkatkan ekonomi masyarakat

Kepala Bakk Indonesia Perwakilan Banten Erwin Soeriadimadja berdoto bersama penguris Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Korwil Banten, di Serang. (Mulyana)

Serang (ANTARA) - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Banten mendorong pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren agar mampu memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Banten Erwin Soeriadimadja di Serang, Selasa mengatakan, enam prinsip utama dalam pengembangan pesantren, yaitu pertama ekonomi syariah harus mampu memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan nasional.

Kedua, ekonomi syariah merupakan arus baru pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pesantren dan potensi ekonomi lokal guna pertumbuhan yang inklusif.

"Ketiga pemberdayaan pesantren harus bersifat 'end to end' dari hulu ke hilir, ke empat pembuatan peta jalan (road map) kemandirian pesantren antara lain melalui replikasi model bisnis, virtual market, dan holding business pesantren," kata Erwin saat menggelar Seminar Nasional Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Pesantren di Indonesia, sebagai rangkaian Road To Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang akan diadakan September 2021.
​​​​​​
Selanjutnya, kelima melalui peningkatan akses pesantren baik akses pasar, keuangan, maupun digitalisasinya, serta keenam melalui pembangunan pesantren dengan memperkuat infrastuktur dan kelembagaan.
Baca juga: Wapres harap kerja sama MES-BUMN diperluas, bangun ekonomi pesantren
Baca juga: Bappenas ungkap peran santri-pondok pesantren dalam pemulihan ekonomi

Direktur Keuangan Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah ( KNEKS) Ahmad Juwaini mengatakan, dalam rangka mendukung kemandirian pesantren diperlukan integrasi dan digitalisasi pesantren, yang dimulai dengan pengembangan pusat data pesantren serta penguatan jaringan dengan pihak lain seperti kementrian dan perbankan.

"KNEKS juga turut mendukung beberapa program kemandirian pesantren seperti one pesantren one product (opop) yang telah dilaksanakan di berbagai daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur," katanya.

Dalam kegiatan seminar tersebut juga dilaksanakan pelantikan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Korwil Banten oleh Dewa Pengurus Pusat (DPP) Hebitren. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Indonesia Shariâ Economic Festival(ISEF) ke 7 Tahun 2019 yang juga didukung oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin.

Hebitren merupakan wadah penguatan kemandirian pesantren yang ditujukan untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren.

Ketua Hebitren Korwil Banten terpilih KH M Aly Su'udi menekankan bahwa pesantren harus bisa mandiri dan berdaulat dalam upaya penguatn ekonomi di pesantren.

Sebagai dukungan terhadap digitalisasi pengelolaan pesantren, dilakukan penandatanganan MoU antara Hebitren Korwil Banten dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait penyediaan kanal pembayaran QRIS.
Baca juga: Ketua DPD: Pesantren berpotensi jadi sentra ekonomi masyarakat

Pewarta: Mulyana
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dorong transaksi digital, BI Banten sosialisasikan penggunaan QRIS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar