Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat pagi, memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di tempat upacara tepat pada pukul 08.00 WIB dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati.

Presiden Yudhoyono yang bertindak sebagai Inspektur Upacara langsung menuju podium kehormatan, dengan diiringi dengan lagu-lagu kebangsaan.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kombes Pol Imam Sugianto.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila itu diisi dengan pembacaan sila-sila Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

Sementara itu , Ketua MPR, Taufiq Kiemas membacakan pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan Ketua DPR Marzuki Alie bertugas membacakan Ikrar Kesetiaan Pancasila.

Upacara tersebut diikuti ratusan peserta upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, mahasiswa, dan pelajar.

Seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II, serta para perwakilan negara-negara sahabat juga hadir dalam upacara yang rutin diadakan setiap tahun itu.

Persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.

Pengamanan upacara terlihat sangat ketat. Ratusan petugas keamanan dari unsur Pasukan Pengamanan Presiden, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik di sekiitar tempat upacara.

Acara ini diselenggarakan untuk mengenang pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 1 Oktober tahun 1965 yang antara lain ditandai dengan penculikan beberapa jenderal Angkatan Darat.

Para jenderal dan perwira yang dibunuh dan kemudian dibuang ke Lubang Buaya yang sekarang menjadi Monumen Pancasila Sakti adalah Jenderal Anumerta Achmad Yani, Mayjen Sutoyo, Mayjen D.E Pandjaitan, Letjen Suprapto, Letjen M.T Haryono, Letjen S Parman serta Kapten Pierre Tendean.

Juga meninggal Ade Irman Nasution, putra jenderal TNI Abdul Haris Nasution.

(F008/A011/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010