Sosok

Sosok Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dalam kenangan

Sosok Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dalam kenangan

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (FOTO ANTARA/HO-Instagram Bupati Purwakarta)

Di bawah kepemimpinan Eka Supria Atmaja, Kabupaten Bekasi menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang berhasil mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Bupati Bekasi, Jawa Barat masa bakti 2017-2022 Eka Supria Atmaja meninggal dunia Minggu (11/7) 2021 akibat terpapar positif COVID-19 setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan sejak Minggu (4/7) di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang, Provinsi Banten.

Kabar meninggalnya sosok pimpinan daerah yang dikenal dekat dengan awak media itu dibenarkan Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan, Bagian Protokol, dan Komunikasi Setda Kabupaten Bekasi Rhamdan Nurul Ikhsan.

"Pak Bupati meninggal dunia tadi malam pukul 21.30 WIB," kata Rhamdan, Senin di Cikarang.

Eka lahir di Bekasi pada 9 Februari 1973. Dia menempuh pendidikan di SD Lemah Abang, SMP 2 Cikarang, SMA Cikarang, dan melanjutkan studinya di Universitas Borobudur Jakarta. Dia meninggal dunia di usia 48 tahun, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Dalam kesehariannya Eka dikenal sebagai pribadi yang ramah, dekat dengan awak media, rendah hati, lemah lembut, sopan dan santun, serta tidak menyombongkan diri.

Selain menjabat Bupati Bekasi masa bakti 2017-2022, Eka juga menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi. Karir politiknya dimulai dengan menjabat Kepala Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara selama dua periode yakni 2001-2006 dan periode 2006-2012.

Setelah menuntaskan amanah sebagai kepala desa, Eka memutuskan untuk maju sebagai calon legislatif hingga berhasil menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi masa bhakti 2014-2019.

Karirnya melejit hingga Bupati Bekasi saat itu Neneng Hasanah Yasin memutuskan merangkul dirinya untuk menjadi calon wakil bupati pada pemilihan kepala daerah periode 2017-2022.

Bersama Neneng Hasanah Yasin, Eka Supria Atmaja akhirnya mampu memenangkan suara rakyat sehingga terpilih sebagai pemenang pemilihan kepala daerah dengan jabatan Wakil Bupati Bekasi.

Setahun menjabat, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang kala itu terjerat kasus korupsi mega proyek Meikarta menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Eka Supria Atmaja dengan status Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi pada akhir tahun 2018.
Gubernur Jawa Barat melantik Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja di Gedung Sate Bandung pada Rabu (12/6/2019). (FOTO ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Tepat pada 12 Juni 2019 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi mengangkat Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi yang dijabatnya hingga kini.

Selama dua tahun menjabat Bupati Bekasi, beragam prestasi mampu diraih Kabupaten Bekasi dari kesuksesan Eka mengaplikasikan delapan program prioritas yakni infrastruktur, pendidikan, ketenagakerjaan, pelayanan publik, kesehatan, ekonomi kreatif, tata kelola pemerintahan, dan lingkungan hidup.

Optimalisasi program prioritas itu menghasilkan sejumlah penghargaan di antaranya Awiya Pariwara dari Kemenkes RI, Penghargaan Kampung Iklim Kementerian LH dan Kehutanan, serta Kabupaten Layak Anak.

Tak cukup di situ, di bawah kepemimpinan Eka Supria Atmaja, Kabupaten Bekasi juga berhasil meraih penghargaan predikat B Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang berhasil mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage.

Kemudian mendapatkan penghargaan dari KPK RI atas implementasi praktik baik keuangan desa, penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar PGRI, serta penghargaan sebagai Bupati Terpopuler di media digital dalam acara Anugerah Humas Indonesia.

Kabupaten Bekasi juga meraih penghargaan Juara 1 Pelaksana Terbaik Program Terpadu Peningkatan Perempuan Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat 2020 dan peringkat 1 kabupaten/kota yang responsif terhadap perlindungan anak, juga predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ketujuh beruntun dari BPK RI.

Di era kepemimpinannya pula sejumlah keberhasilan pembangunan mampu diwujudkan mulai dari pembangunan ruang publik terbuka ramah anak, unit sekolah baru, puskesmas, jembatan penghubung Kabupaten Bekasi-Kabupaten Karawang, perluasan Jalan Inspeksi Kalimalang, hingga renovasi Gedung Juang 45 Tambun.

Eka juga dikenal aktif membangun olahraga Kabupaten Bekasi dengan ikut membesarkan tim sepak bola Persikasi Bekasi yang dipimpinnya hingga mendatangkan sejumlah pemain berkelas seperti Eka Ramdani.

Semoga kesuksesan yang telah berhasil diukir almarhum mampu dilanjutkan suksesornya kelak sehingga warga Kabupaten Bekasi bisa merasakan manfaatnya.

Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni semua dosa-dosanya, dijauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka serta ditempatkan di surga-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Baca juga: Bupati Bekasi disebut miliki peran sentral pimpin penanganan COVID-19

Baca juga: Wafat karena COVID-19, Bupati Bekasi dimakamkan di pemakaman keluarga

Baca juga: Bupati Bekasi meninggal dunia jadi kabar duka sejumlah kepala daerah

Baca juga: Waketum Apkasi sampaikan duka cita atas wafatnya Bupati Bekasi



 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar