Kuala Lumpur (ANTARA News) - Sejumlah pakar di bidang pendidikan dan media dari Indonesia maupun Malaysia sepakat bahwa media berperan penting dan turut menentukan pencapaian hubungan kedua negara yang lebih bersahabat, erat dan saling mendukung sebagai negara serumpun.

Dalam seminar Sebumi 3 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dan Universitas Kebangsaan Melayu yang berlangsung di Bangi, Selangor, Malaysia, Rabu, para pakar dari Indonesia dan Malaysia sepakat kerja sama yang harmonis juga perlu dibangun dengan insan pers di kedua negara.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf mengatakan kerja sama dengan insan media memang harus dibina dengan baik agar mereka mendapatkan pendalaman fakta dan data atas semua isu yang berkembang dari pihak yang benar.

"Hubungan dengan media memang sudah sepatutnya diperkuat termasuk melakukan kunjungan ke insan media (media visit)," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, semua pihak harus tetap tenang dan fokus dalam menghadapi semua isu yang berkembang dengan menyiapkan paket informasi yang akan disampaikan ke publik.

Senada disampaikan oleh Ketua Program Sains Politik, UKM, Profesor DR. Mohd Agus Yusof, bahwa sangat pentingnya peran media dalam terciptanya hubungan yang harmonis antara kedua negara serumpun ini.

Dikatakannya, faktor ketegangan kedua negara belakangan ini karena masih adanya jurang komunikasi antara rakyat dan media.

"Di sinilah besarnya peran media. Media tidak boleh berlebihan dengan kebebasan yang bisa menimbulkan sentimen yang tidak baik di masyarakat. Media sepatutnya bertanggung jawab dengan menyampaikan pula kondisi positif yang tercipta oleh sesama negara serumpun ini," katanya.

Namun demikian, lanjaut dia, apa bila terjadi permasalahan seperti soal kriminalitas, perbatasan ataupun pelanggaran-pelanggaran lainnya maka itu semua harus cepat diselesaikan.

"Bila terjadi pelanggaran hukum seperti penganiayaan, pemerasan dan lainnya harus cepat ditangani dan diselesaikan secara hukum yang berlaku," ungkapnya.

Pakar Media dari UKM, Datuk Rejal Arbe mengingatkan pula bahwa media punya peran yang besar maka media jangan dijauhi tapi perlu dibina dengan hubungan yang baik.


Peran kedutaan

Menurut dia, pihak kedutaan sebagai perwakilan negara jangan menyisihkan diri dengan insan pers tapi harus mendekatkan diri ke media dan rakyat dengan memberikan keterangan yang benar.

Datuk Rejal berharap pegawai kedutaan negaranya mengubah sikap bahwa saat ini tugasnya bukan hanya berhubungan antar pihak pemerintah dengan pemerintah, tapi juga dengan rakyat . Disinilah pentingnya media untuk menyampaikan informasi yang diterima kepada masyarakat secara baik.

"Sepatutnya pihak kedutaan Malaysia sudah punya hubungan yang baik dengan Media terutama dengan pemimpin redaksi media yang berpengaruh di Indonesia," ungkapnya.

Bahkan Dr Musni Umar, anggota dan juru bicara Eminent Person Group (EPG) Indonesia-Malaysia mengatakan saat ini jalur diplomasi tidak hanya kepada pihak pemerintah, tapi juga kepada banyak pihak seperti partai, organisasi massa yang berpengaruh dan juga kepada media.

"Perlu adanya kampanye perbaikan hubungan kedua negara ini di media massa sehingga menumbuhkan hubungan yang saling menguntungkan," ungkapnya.(*)
(T.N004/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010