Relawan Surabaya Memanggil diajak sosialisasi pentingnya Rumah Sehat

Relawan Surabaya Memanggil diajak sosialisasi pentingnya Rumah Sehat

Sejumlah tempat tidur disiapkan di Rumah Sehat Kelurahan Mulyorejo, Kota Surabaya. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

pencegahan penularan pada klaster keluarga
Surabaya (ANTARA) - Relawan Surabaya Memanggil diajak sosialisasi pentingnya Rumah Sehat atau tempat isolasi mandiri yang disiapkan setiap kelurahan dengan tujuan untuk menampung warga yang terpapar COVID-19 berstatus tanpa gejala.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu, mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan agar masyarakat mengetahui tujuan Rumah Sehat dibentuk di setiap kelurahan dalam masa pandemi COVID-19.

"Rumah Sehat ini merupakan bentuk upaya Pemkot Surabaya dalam memutus penyebaran COVID-19. Terutama pencegahan penularan pada klaster keluarga," katanya.

Selain itu, lanjut dia, upaya tersebut juga untuk mengamankan dan menyelamatkan warga di masing-masing kelurahan agar ketika ada salah satu warganya yang terpapar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya maupun tetangganya.

Eri mengatakan, sebenarnya Rumah Sehat ini seharusnya didirikan di tingkat RW. Namun karena keterbatasan tempat dan jumlah satgasnya, maka terbentuklah di tingkat kelurahan dengan memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi isolasi mandiri.

Baca juga: Kemensos bantu 6.000 paket beras untuk penanganan COVID-19 di Surabaya
Baca juga: Bantuan COVID-19 di Surabaya siap didistribusikan ke warga terdampak


Menurut dia, hal ini penting dilakukan, sebab apabila satu orang dalam suatu kelurahan ada yang terpapar. Kemudian, orang tersebut melakukan isoman di rumah, lalu anggota keluarga lainnya yang tinggal satu rumah itu melakukan interaksi dengan tetangga dan warga sekitar. Maka, tanpa disadari mereka yang sudah berinteraksi itu berpotensi tertular.

"Makanya kami minta untuk pasien yang terpapar itu untuk segera berpindah tempat dan mengisolasi diri di tempat-tempat tersebut. Sembari keluarga yang di rumah masih menunggu hasil tes usap tidak diperbolehkan keluar agar tidak membahayakan warga sekitar. Itu yang kita inginkan," ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya ini meminta, agar jajarannya yang turun di lapangan serta relawan tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi secara persuasif dan humanis. Ia pun menitipkan pesan bahwa semua ini dilakukan karena tidak ingin terlambat memberikan penanganan kepada warga. Sekalipun warga tersebut berstatus tanpa gejala.

"Sampaikan permohonan maaf saya, karena saya tidak ingin ada warga yang terlambat pertolongan pertamanya. Apabila sewaktu-waktu sesak nafas atau saturasinya turun kita sudah sediakan oksigen di situ," ujarnya.

Jadi, lanjut dia, Rumah Sehat yang dimaksud ini bukan lah seperti rumah sakit pada umumnya. Rumah Sehat ini khusus bagi warga yang terpapar dengan kondisi tanpa gejala dan hanya pasiennya dari satu lokasi kelurahan saja. Tujuannya, agar puskesmas maupun para satgas dapat melakukan kontrol lebih mudah dan terarah, sehingga masyarakat diharapkan segera lekas pulih. 

Baca juga: Staf Ahli Menkes minta kapasitas tracing di Surabaya ditingkatkan
Baca juga: Vaksinasi lantatur percepat kekebalan kelompok di Surabaya
Baca juga: Ketua DPRD Surabaya sebut penanganan COVID-19 sejak awal gotong royong

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PB PON tempatkan 18.500 relawan di 4 klaster PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar