Mahasiswa UMM kampanyekan umbi porang gantikan nasi

Mahasiswa UMM kampanyekan umbi porang gantikan nasi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat mengambil gambar untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait umbi porang yang bisa dijadikan pengganti beras (nasi) ANTARA/HO-UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG/END.

“Tim kami akhirnya menemukan pengganti padi yang ideal, yaitu beras analog dengan bahan baku umbi porang. Umbi jenis ini sangat mudah ditanam dan dilestarikan...'
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengampanyekan umbi porang untuk menggantikan bahan pangan pokok nasi sekaligus mengantisipasi adanya krisis pangan akibat ledakan populasi penduduk di Tanah Air.

Satu dari empat mahasiswa tersebut, Chrisna Chandra Eka Iriawan di Malang, Jawa Timur, Selasa, mengungkapkan bahwa lahan dan sumber makanan akan semakin berkurang jika populasi penduduk terus bertambah.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mengatasi permasalahan lahan tersebut, ia dan tiga rekannya yang tergabung dalam Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Futuristik Kontekstual (GFK) mencari berbagai bahan baku yang mungkin bisa menjadi alternatif pengganti padi (beras).

“Tim kami akhirnya menemukan pengganti padi yang ideal, yaitu beras analog dengan bahan baku umbi porang. Umbi jenis ini sangat mudah ditanam dan dilestarikan. Bahan makanan ini juga tidak membutuhkan lahan luas, jadi tidak akan sulit untuk dibudidayakan,” ujar mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM tersebut.

Chan sapaan akrabnya, mengemukakan bahwa hasil akhir dari PKM-GFK yang dikerjakannya adalah sebuah video sosialisasi yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Baca juga: Permudah irigasi, mahasiswa UMM rancang "Smart Sensor System"
Baca juga: BB Pascapanen - PT Niaga Indotama kerjasama optimalisasi umbi porang


Ia dan timnya telah merampungkan proses syuting pada 25 Juni lalu. Mahasiswa asal Sorong, Papua tersebut juga berencana merampungkan tahap editing pada awal Agustus nanti, sehingga bisa segera disosialisasikan kepada khalayak luas.

“Dalam mengedukasi masyarakat terkait umbi porang, kami menggunakan sarana film fiksi. Proses syuting tidak mengalami banyak kendala karena saya pribadi telah beberapa kali membuat film dokumenter. Mungkin cuma ada masalah kecil, seperti menyamakan waktu luang antara talent dan kru,” kata Chan.

Selain Chan, tim penggarap film edukasi (sosialisasi) umbi porang sebagai pengganti nasi ini dibantu oleh Audy Rika Putri, Adella Putri Cahyani dan Dewi Rahma Musyarofah.

Lebih lanjut, Chan berharap pemanfaatan umbi porang sebagai pengganti padi (beras) ini dapat diterapkan di masa depan. Sehingga, jika terjadi ledakan penduduk, kemungkinan kurangnya sumber pangan dapat ditekan.

"Produk video ini akan menjadi batu loncatan tim kami untuk berlanjut ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Hal terpenting menurut saya adalah bagaimana pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat bisa terlaksana melalui film fiksi ini,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Balangan kembangkan umbi porang sebagai alternatif bahan pangan
Baca juga: Petani Pati didorong budi dayakan tanaman umbi porang

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Industri umbi Porang jadi prioritas komoditas pertanian nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar