Okupansi tempat tidur rumah sakit di Jakarta turun jadi 56 persen

Okupansi tempat tidur rumah sakit di Jakarta turun jadi 56 persen

Suasana di depan Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/7/2021). ANTARA/Sihol Hasugian/aa.

tingkat keterisian tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) juga terus turun hingga menjadi 1.295 atau 79 persen
Jakarta (ANTARA) - Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/ BOR) di 140 rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Jakarta terus turun menjadi 56 persen pada 1 Agustus 2021.

"Yang terpakai hanya 6.367 tempat tidur atau 56 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Senin.

Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) juga terus turun hingga menjadi 1.295 atau 79 persen.

Baca juga: Keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 Jakarta berkurang

"Alhamdulillah angka terus menurun, ini berkat kerja sama semua pihak terutama disiplin dan tanggung jawab masyarakat yang semakin baik," ucapnya.

Sedangkan jumlah tes usap berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) selama sepekan terakhir mencapai 148.351 tes atau 15 kali dari syarat Badan Kesehatan Dunia (WHO) minimal 10.645 tes dalam satu pekan.

Baca juga: Sudin SDA Jakbar bantu antar tabung oksigen ke rumah sakit

"Kontribusi tes PCR di DKI terhadap nasional itu 29,8 persen," katanya.

Sementara itu, kasus aktif di DKI Jakarta baik yang dirawat maupun menjalani isolasi menurun 1.966 kasus menjadi 15.884 kasus.

Baca juga: Dua tersangka pemalsu hasil "PCR" catut tiga rumah sakit di Jakarta

Kasus positif bertambah mencapai 2.701 kasus namun ia menyebut tren penurunan dengan akumulasi mencapai 817.345 kasus.

Sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 4.593 kasus mencapai total 789.261 kasus.

Untuk kasus meninggal bertambah 74 orang sehingga total menjadi 12.209 orang meninggal dunia.

"Tingkat kematian 1,5 persen dan kesembuhan 96,6 persen," imbuh Riza.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BOR di RS 9,3 persen, Jabar tingkatkan pengawasan area publik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar