Ketua MPR minta Kemenkes tambah pusat isolasi terpusat untuk COVID-19

Ketua MPR minta Kemenkes tambah pusat isolasi terpusat untuk COVID-19

Pekerja mempersiapkan Asrama haji Lampung yang akan dijadikan ruang Isolasi terpusat di Bandar Lampung, Lampung, Rabu (4/8/2021). ANTARA FOTO/Ardiansyah/aww. (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah pusat isolasi terpusat guna menangani pasien COVID-19 di Bali, Yogyakarta, Malang, dan Solo.

“Kementerian terkait harus meningkatkan upaya penanganan pasien COVID-19, seperti menambah pusat isolasi terpusat,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima oleh ANTARA di Jakarta, Rabu.

Permintaan akan penambahan isolasi terpusat merupakan respon dari Ketua MPR terkait empat daerah dengan angka kematian COVID-19 yang masih tinggi hingga saat ini.

Menurut Bamsoet, dibanding melakukan kontrol melalui dokter puskesmas oleh pasien yang isolasi mandiri, akan lebih mudah untuk memantau perkembangan kesehatan dengan isolasi terpusat.

Selain itu, Ketua MPR juga meminta Kementerian Kesehatan untuk memberi dukungan kepada Dinas Kesehatan di empat daerah tersebut. Terutama untuk meningkatkan kinerja dan mengevaluasi sistem penanganan ataupun perawatan pasien COVID-19 di setiap fasilitas kesehatan.

Baca juga: 107 warga Jakarta Pusat meninggal saat isolasi mandiri
Baca juga: Pemerintah pusat siap bantu pengadaan fasilitas isolasi mandiri daerah
Baca juga: Pemkot Jaksel: hanya Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi terpusat


“Khususnya di rumah sakit, sehingga dapat menekan atau menurunkan tingginya angka kematian,” kata Bamsoet.

Banyaknya kasus penurunan kondisi pasien ketika melakukan isolasi mandiri juga menuai perhatian dari Bamsoet. Ia meminta agar Pemerintah Pusat segera membentuk satuan tugas yang melibatkan TNI-Polri untuk melakukan penjemputan pada pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk dibawa ke isolasi terpusat.

“Agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat,” kata Bamsoet menambahkan.

Pandemi COVID-19 tidak dapat dikendalikan dengan hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan atau perangkat pemerintah. Bamsoet meyakini, bahwa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dalam setiap kebijakan ataupun program penanganan pandemi COVID-19, salah satunya adalah melalui program vaksinasi, dapat menekan angka kematian dari COVID-19.

“Sampai saat ini, vaksin COVID-19 terbukti menurunkan risiko gejala berat,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, lebih dari 21 juta penduduk Indonesia telah divaksinasi dengan dosis kedua dan lebih dari 48 juta penduduk Indonesia telah divaksinasi dengan dosis pertama.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Semarang tutup tempat isoter secara bertahap

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar