Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN kembali menggelar konferensi pers terkait penetapan harga penawaran saham perdana (IPO) PT Krakatau Steel (KS) yang dipatok pada harga Rp850 per lembar.

Jadwal dari Humas Kementerian BUMN, di Jakarta, Senin menyebutkan konferensi pers akan disampaikan langsung Menteri BUMN Mustafa Abubakar pada Senin siang.

Penetapan harga saham IPO KS Rp850 per lembar dinilai sejumlah kalangan sangat rendah, padahal dalam penawaran disampaikan dengan rentang Rp800-Rp1.150 per lembar.

Menteri BUMN Mustafa, dalam sejumlah kesempatan telah mengungkapkan bahwa penetapan harga IPO KS itu sudah optimal. Sejak pagi hari, direksi tiga penjamin emisi masing-masing PT Danareksa, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Sekuritas sudah datang di Kantor Kementerian BUMN.

Dirut Bahana Eko Yuliantoro, usai rapat tidak bersedia menanggapi pertanyaan wartawan, terkait rendahnya harga saham perusahaan baja plat merah itu.

"Saya nggak mau ngomong. Menteri segera yang akan memberi keterangan," kata Eko.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Investment Mandiri Securities, Iman Rahman. "No comment. Semua pernyataan soal KS satu pintu," kata Iman.

Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah kemungkinan akan melakukan revisi harga IPO. Namun detik-detik terakhir santer disebut-sebut bahwa harga tetap pada Rp850 karena sudah terlanjur mendapat izin efektif dari Bapepam-LK.

(R017/S004/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010