Kasus sembuh COVID-19 di Bantul lebih tinggi dibanding kasus baru

Kasus sembuh COVID-19 di Bantul lebih tinggi dibanding kasus baru

Tenaga Kesehatan Dinkes Bantul yang khusus menangani pasien COVID-19. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Kasus konfirmasi positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, bertambah 1.172 orang, atau lebih tinggi dari penambahan kasus baru yang sebanyak 585 orang dalam sehari terakhir.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul, Sabtu, dengan penambahan pasien pulih tersebut, maka total angka kesembuhan di Bantul menjadi 32.651 orang, naik signifikan dibanding data sehari sebelumnya atau Jumat (6/8) yang sebanyak 31.479 orang.

Sementara untuk kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bantul secara kumulatif setelah ada penambahan sebanyak 585 kasus baru tersebut menjadi 46.672 orang.

Sedangkan kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini bertambah 16 orang, sehingga total kasus kematian di Bantul sampai saat ini berjumlah 1.134 orang.

Dengan perkembangan kasus harian tersebut maka jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien positif yang masih menjalani karantina maupun isolasi di rumah sakit rujukan dan selter per hari Sabtu (7/8) sebanyak 12.887 orang.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 666 menjadi 44.757 orang
Baca juga: Pasien RS COVID-19 Bantul melarikan diri ditemukan meninggal di kolam


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, jumlah vaksin yang diterima hingga 5 Agustus sebanyak 239.860 dosis Vaksin Sinovac dan 57.510 dosis vaksin AstraZeneca, sehingga total vaksin yang diterima sebanyak 297.370 dosis.

Dia mengatakan, sementara untuk total target sasaran vaksinasi di Bantul berjumlah 824.370 orang.⁣

"Sasaran prioritas vaksinasi adalah kelompok lansia berusia 59 tahun ke atas, kelompok masyarakat usia 50-59 tahun, disabilitas, ODGJ, kelompok masyarakat daerah zona rawan COVID-19 secara epidemiologi yakni di Kecamatan Banguntapan, Sewon dan Kasihan," katanya.

Kepala Dinkes mengatakan, sasaran prioritas selanjutnya adalah kelompok masyarakat umum usia 18 hingga 50 tahun dan kelompok remaja usia 12 sampai 17 tahun.

Baca juga: Seorang nakes RSUD Bantul meninggal akibat terpapar COVID-19
Baca juga: Pemkab: Masyarakat Bantul makin sadar pentingnya vaksinasi COVID-19

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Garda Srigading, rumah belajar dengan wifi gratis selama pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar