Jakarta (ANTARA News) - Hasil pertemuan kelompok 20 (G20) di Seoul, Korea Selatan, yang tidak menyentuh masalah perang mata uang (currency war), tidak membawa dampak positif bagi harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin.

IHSG BEI ditutup melemah 9,384 poin atau 0,26 persen ke posisi 3.656,46, sementara indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,788 poin (0,56 persen) ke posisi 668.971.

Tekanan terhadap IHSG disumbang dari melemahnya 128 saham, hanya 93 saham yang menguat, dan 78 saham tidak bergerak harganya.

Kepala riset dari Mega Capital, Danny Eugene, mengatakan, G20 yang hanya menghasilkan kesepakatan untuk membuat indicative guidelines untuk mengatasi masalah economic imbalaces serta tidak menyentuh masalah currency wars membuat pasar sedikit pesimistis.

"Namun, ditengah minimnya data ekonomi dan koreksi pasar global, baik saham maupun komoditas, IHSG masih membukukan kenaikan tipis kurang lebih 0,27 persen," katanya.

Sementara, lanjut dia, dari komoditas hampir semua logam terkoreksi dimana emas turun 1,79 persen ke 1,368 dolar AS per troy ounce, nikel anjlok 7,28 persen ke level 22,614 dolar AS per mton, dan timah terkoreksi tajam 8,66 persen ke 24,147 dolar AS mton.

Ia menambahkan, hasil positif justru datang dari pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang setuju untuk membuat langkah kongkret guna mengatasi masalah comprehensive regional free-trade agreement.

Sementara volume perdagangan sepanjang sesi sore ini mencapai 5,853 miliar saham dengan nilai Rp4,172 triliun yang dihasilkan dari 134.173 kali transaksi.

Sementara di bursa regional, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong turun 195,40 poin (0,81 persen) menjadi 24.027,18, indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo naik 102,70 poin (1,06 persen) ke posisi 9.827,51, sedangkan indeks Straits Times di bursa Singapura turun 15,48 poin (0,48 persen) menjadi 3.236,52.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010