Gunungsugih, Lampung (ANTARA News) - Mutu daun tembakau di Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung turun sehubungan curah hujan masih cukup tinggi di daerah itu.

"Musim ini kami menanam tembakau, namun hasilnya kurang memuaskan, sebab daun tembakau yang dihasilkan bermutu kurang bagus," kata seorang petani, Mustakim (33), di Kecamatan Punggur Lampung Tengah, Selasa.

Ia menjelaskan, sudah berupaya maksimal merawat tanaman tembakau agar produksi dan mutu semakin meningkat, namun malah menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sebelumnya kami termasuk berhasil dalam membudidayakan tanaman tembakau, terutama saat curah hujan stabil pada tahun lalu," katanya.

Menurutnya, banyak petani yang ingin mengulangi keberhasilan budidaya tanaman tembakau seperti tahun lalu, namun tahun 2010 ini malah produksi dan mutunya semakin menurun.

"Tahun lalu petani tembakau di daerah kami cukup berhasil, sehingga ingin membudidayakan tembakau kembali, namun tahun ini hasilnya malah kurang memuaskan," jelasnya.

Ia menambahkan, kendala yang dihadapi petani dalam membudidayakan tembakau di tahun ini, yakni akibat curah hujan yang berlebih dan maraknya serangan jamur.

"Hal ini menjadi pengalaman kami, agar saat budidaya tanaman tembakau nantinya tidak pada saat curah hujan tinggi, sebab bisa menyebabkan gagal panen," jelasnya.

Hal senada disampaikan petani lain, Faturrohman (42), di Kecamatan Kotagajah.

Menurut dia, sebenarnya minat petani untuk membudidayakan tanaman tembakau cukup tinggi di musim ini, namun akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung maka hasilnya kurang memuaskan.

"Akibat curah hujan yang tinggi, mutu daun tembakau yang dihasilkan kurang bagus, bahkan tidak memenuhi standar untuk dipasarkan keluar daerah," jelasnya.

Ia menjelaskan, karena mutu daun tembakau yang dihasilkan di musim ini kurang bagus, maka hanya diolah dan digunakan masyarakat setempat.

"Memang kami tidak menjual hasil panen tembakau musim ini, karena mutunya kurang layak jual dan bila dipaksakan untuk dijual maka khawatir harganya rendah," katanya.

Ia menambahkan, para petani di daerahnya biasa membudidayakan tanaman tembakau saat musim gadu, yakni berlangsung dari bulan Agustus sampai November.

Namun, lanjutnya, saat ini kondisi curah hujan terlalu berlebih sehingga tanaman tembakau tumbuh kurang maksimal.

Selain itu, menurutnya, penurunan mutu dan produksi tembakau juga disebabkan maraknya serangan tembakau, yang terlihat pada batang dan tangkai tanaman tersebut.

"Memang saat curah hujan tinggi, biasanya akan ada penyakit dan gangguan yang mengancam tanaman tembakau, salah satunya jamur tersebut," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Lampung Tengah menyebutkan luas lahan penanaman tembakau di daerah itu mencapai 632 hektare, dengan produksi mencapai 948,5 ton pertahunnya.

Selain itu, dari produksi tembakau yang cukup melimpah tersebut, maka Kabupaten Lampung Tengah mampu memasok stok tembakau kering hingga keluar daerah, sehingga daerah tersebut termasuk mendapatkan bagi hasil bea cukai tembakau dari pemerintah pusat. (ANT-047/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010