Indef: Telemedisin bentuk konsumsi kesehatan baru bagi masyarakat

Indef: Telemedisin bentuk konsumsi kesehatan baru bagi masyarakat

Ilustrasi - Call Center Telemedisin di tengah COVID-19. ANTARA/Pexels.

seiring perkembangan digitalisasi, telemedisin akan menjadi tren
Jakarta (ANTARA) - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai aplikasi-aplikasi telemedisin atau telemedicine sudah akan menjadi bagian dari bentuk konsumsi kesehatan baru bagi masyarakat akibat pandemi COVID-19.

"Apakah nanti COVID-19 akan menjadi endemi atau tidak, telemedisin sudah akan menjadi bagian dari bentuk konsumsi kesehatan yang baru bagi masyarakat saat ini, terlebih lagi kelas menengah di Indonesia terus tumbuh bahkan mendominasi perekonomian nasional," ujar Eko dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, seiring perkembangan digitalisasi, telemedisin akan menjadi tren. Sebetulnya telemedisin di negara-negara maju sudah menjadi kebutuhan juga bahkan sebelum pandemi COVID-19 merebak.

"Ini karena Telemedisin menghubungkan antara pasien dengan dokter melalui aplikasi. Kalau kita melihat dari data-data secara makro, jasa kesehatan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi sekitar 11 persen di triwulan II tahun ini," katanya.

Salah satu di dalam komponennya, lanjut Eko, bagaimana kemudian jasa-jasa kesehatan, termasuk aplikasi telemedisin. Pemberlakuan PPKM cukup membatasi ruang gerak konsumen sehingga individu yang terjangkit COVID-19 mencari alternatif dengan memanfaatkan telemedisin untuk memudahkan mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Terus terang telemedisin membantu para individu yang menjalani isolasi mandiri, terutama generasi millenial atau anak muda yang akrab dengan digitalisasi tahu bagaimana memanfaatkan layanan kesehatan lewat telemedisin," kata ekonom tersebut.

Selain itu biayanya juga relatif terjangkau, dan bagi konsumen menggunakan jasa kesehatan lewat telemedisin lebih aman saat pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Data Analyst dari Continuum Data Indonesia yakni Muhammad Azzam menyebut perbincangan mengenai telemedisin di dunia maya melonjak enam kali lipat saat awal PPKM.

"Telemedisin sudah dianggap oleh konsumen sebagai sumber informasi yang reliable seperti untuk obat-obatan konsumen bisa langsung berkonsultasi dengan dokter, di samping biaya layanan lewat telemedisin juga sangat terjangkau dan mudah dalam memesan obat," ujar Azzam.

Selama PPKM, permintaan layanan telemedisin meningkat cukup drastis. Berbagai aplikasi penyedia layanan ini menjadi andalan masyarakat yang ingin konsultasi kesehatan, terutama bagi mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: FK Unpatti bangun sistem telemedisin dukung dokter di kepulauan
Baca juga: Tiga strategi kunci pertumbuhan bisnis telemedisin
Baca juga: Halodoc masuk dalam daftar layanan kesehatan digital top dunia

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ekonom sebut investasi besar dibutuhkan untuk hilirisasi industri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar