Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengharapkan Malaysia agar bersikap adil soal penjatahan penjualan karcis bagi penonton masyarakat Indonesia yang akan menyaksikan final pertama Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia, Minggu (26/12).

"Kami mengharapkan Malaysia memberikan alokasi tiket yang cukup bagi suporter dari Jakarta maupun yang di Kuala lumpur, kami juga siap memberikan alokasi tiket kepada suporter malaysia yang ingin ke stadion GBK pada tanggal 29 nantinya. Kita saling fair, mudah-mudahan tanggapan mereka positif," kata Menteri Andy kepada pers, di Istana Wapres Jakarta, Selasa.

Hal tersebut dikatakan Andy usai dirinya mengikuti rapat usai dirinya mengikuti rapat persiapan Indonesia menjadi Ketua ASEAN 2011 yang dipimpin Wapres Boediono dan diikuti antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendiknas M Nuh, Menkum dan HAM Patrialis Akbar, Mendag Mari Elka Pangestu, Menperind MS Hidayat, Mensos Salin Segaf Al Jufri, Menkes Endang Rahaya Sedyaningsih, Menkeu Agus Martowardojo, Menlu Marty Natalegawa, serta Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Menurut Andy, kementeriannya beserta Kedubes RI di Kuala Lumpur sedang membicarakan pembagian tiket secara adil karena antusias masyarakat Indonesia dari Tanah Air maupun TKI di seluruh Malaysia juga menonton.

"Sebenarnya kalau diberikan kesempatan barangkali separuh dari stadion Bukit Jalil bisa dipenuhi oleh WNI yang berada di sana," kata Menpora.

Mengenai kuotanya, pihaknya sedang berupaya bekerjasama dengan kementerian setempat di Malaysia dan mudah-mudahan mendapat tanggapan positif dan hasilnya positif.

"Kami juga siap untuk memberikan alokasi bagi pendukung Malaysia kalau kesebelasannya bertanding di sini," katanya.

Terkait dengan kenaikan harga tiket saat pertandingan, terutama kelas ekonomi dari Rp50.000 menjadi Rp75.000 di Gelora Bung Karno pada 29 Desember 2010, Andy mengakui dirinya belum dilapori mengenai hal tersebut oleh PSSI.

"Saya akan tanyakan. Memang tampaknya penonton kita ini kemampuannya berbeda-beda, karena itu yang mampu tentu saja bisa membayar lebih, tapi saya belum mendapat laporan langsung dari PSSI mengenai harga tiket final," tambahnya.

Meskipun terdapat kenaikan harga tiket, Andy tetap berharap terpenting bagaimana tiketnya bisa terjangkau oleh masyarakat banyak.

Kedua, kata menpora, yang tidak kalah penting soal distribusi tiketnya bisa lebih baik dari pertandingan sebelum-sebelumnya.

"Distribusi tiket yang kemarin kita tahu penyelenggara PSSI tidak siap untuk mendistribusikannya dengan baik. Saya sudah minta kepada Nurdin Halid supaya sistem pendistribusian tiket untuk final nanti yang di Indonesia bisa dilakukan dengan baik," katanya.
(A025/T009/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010