Delapan kiat jepret dengan kamera analog

Delapan kiat jepret dengan kamera analog

Ilustrasi (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Fotografi menggunakan kamera analog kembali jadi tren saat ini di tengah banyaknya kamera digital. Anda perlu memperhatikan delapan kiat yang dituturkan pemengaruh dan fotografer Tino Renato agar Anda bisa menjepret foto secara maksimal tanpa buang banyak film.

"Film photography harus paham ritme dalam mengambil foto karena kamu tidak akan bisa lihat hasilnya seperti kamera digital,” kata Tino dikutip dari siaran resmi, Minggu.

Baca juga: Tips foto kamera ponsel untuk hasil terbaik

Baca juga: Vespagraphy kenalkan fotografi alternatif sambil Touring Hari Pahlawan


Berikut delapan tips dari Tino untuk Anda yang hobi memotret dengan kamera analog.

Pilih kamera
Pilihlah kamera analog yang sesuai dengan kebutuhan. Pahami cara menggunakan kamera dan proses pengambilan gambar sebelum memotret untuk menghindari kesalahan.

Gunakan lensa fix/prime lens
Tinorenato menjelaskan lensa fix sangat ringan dan tidak berat sehingga cocok untuk pemula maupun yang sudah ahli.

“Keunggulan lain lensa ini adalah karena ketajamannya dan memiliki diafragma yang lebih besar sehingga memudahkan pengambilan gambar dengan cahaya minim dan benefitnya
juga bokeh yang unik,” ucap tinorenato.

Pilih roll film
Pilihlah roll film yang disukai. Tinorenato menyebut tiap rol memiliki karakteristik dan keunikan warna yang berbeda.

“Aku pribadi suka film kodak portra 400, fuji pro 400h, fujicolor 200. Jangan lupa roll film disimpan di kulkas. Suhu dingin kulkas membuat kualitas roll film lebih awet dan tahan lama,”
ungkap tinorenato.

Komposisi foto
Saat memotret, perhatikan komposisi foto baik dari segi warna. Sebaiknya, atur atau bayangkan hasil foto terlebih dahulu sebelum memotret.

“Pahami alur cerita fotomu dari awal, pertengahan hingga akhir. Contoh foto travel, pasti banyak objek yang harus diambil, sebuah liburan, sebuah kereta, atau jalan-jalan di tempat-tempat bagus. Pahami dan pikirkan saat mengambil foto agar mampu menyeleksi foto saat nanti akan dibagi,” kata tinorenato.

Angle
Pengambilan angle penting baik untuk foto digital dan analog. Perhatikan angle saat mengambil foto pada objek yang bergerak maupun benda mati.

“Beda objek sangatlah beda cara pengambilan angle. Seperti contohnya foto fesyen dengan model, selain peran fotografer juga ada peran model dan styling. Beda dengan foto objek mati, harus cari angle, framing, dan styling benda atau properti,” tutur tinorenato.

Overexpose
Tinorenato menyebut film fotografi akan menghasilkan gambar yang bagus dengan cahaya natural.

“Aku selalu melebihkan 1-2 stop atau hampir 4 stop karena lebih baik overexpose daripada underexpose,” ucap tinorenato.

Cetak di lab yang kompeten
Saat mencetak foto, pilihlah lab yang kompeten. Karena lab juga akan mempengaruhi hasil foto.

Eksplor kreativitas dan tingkatkan kejelian
Jangan takut berekspresi dan mengeksplorasi kreativitas saat mengambil foto. Tingkatkan pula kejelian saat mengambil foto.

“Secara teknis film photography dan digital photography hampir sama. Kebanyakan fotografer digital terbiasa mengambil foto sebanyak-banyaknya. Dalam film photography gunakan sebaik-baiknyanya insting dan kejelianmu dalam membidik gambar,” tutur tinorenato.

Sedangkan untuk mengambil foto digital, tinorenato menyarankan untuk mengatur kamera secara manual, sesuai ISO dengan kondisi atau cahaya, memperhatikan shutter speed, dan
shoot with raw. Pilih juga memory card yang cepat dalam membaca files, gunakan lensa sesuai kebutuhan, dan terus belajar dalam fotografi.

Baca juga: Lima kiat edit foto dengan "preset" agar lebih ciamik

Baca juga: Tiga fotografer berbagi tips memotret sepeda motor

Baca juga: Mengenal berbagai jenis dan trik fotografi portrait

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

COVID-19 dalam karya 15 pewarta foto Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar