Bakauheni (ANTARA News)- Penumpang kapal feri rute Pelabuhan Bakauheni- Merak mulai didata terperinci pasca terbakarnya KMP Lautan Teduh II di Selat Sunda wilayah Merak Banten pekan lalu.

Berdasarkan pantauan di Bakauheni, Sabtu, jumlah penumpang setiap kendaraan didata, termasuk nama pengemudinya saat membeli tiket penyeberangan.

Pengemudi kemudian diberikan surat jumlah penumpangnya, yang wajib diberikan kepada awak kapal.

Sejumlah penumpang merespons hal itu positif sepanjang dilakukan konsisten. "Peraturan akan berdampak baik kalau dilaksanakan konsisten," kata Sri, penumpang KMP Jatra I tujuan Pelabuhan Merak.

Sementara itu, belum semua penumpang kendaraan yang meninggalkan mobilnya dan tinggal di ruangan penumpang menjelang pelayaran.

Mereka memilih tinggal di mobil karena harus membayar sejumlah uang jika pindah ke ruangan penumpang.

Sementara itu, mesin kendaraan diwajibkan mati selama pelayaran, namun penumpang masih bebas merokok di sembarangan tempat.

Truk barang juga mulai menumpuk di Pelabuhan Bakaueheni karena meningkatnya volume pengiriman barang dari Sumatra ke Jawa.

Sebelumnya, Adpel Bakauheni telah memperketat prosedur pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak untuk menghindari kejadian yang menimpa KMP Laut Teduh 2 di perairan Selat Sunda.

Administrator Pelabuhan Bakauheni, Muhamad Ali, mengatakan, pihak ASDP harus memberikan data secara lengkap jumlah penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan di pelabuhan itu.

Dia mengemukakan, seperti kejadian yang menimpa KMP Laut Teduh 2, data korban meninggal dan korban selamat serta hilang tergolong simpang-siur karena data yang diperoleh dari Adpel tidak sama dengan total penumpang setelah dievakuasi.

Bahkan, kata dia, hingga penumpang selamat dan meninggal telah dievakuasi sejumlah lebih banyak dan berbagai pihak masih mencari korban di lokasi kejadian karena datanya simpang siur.

Namun jika data dari ASDP akurat maka jumlah penumpang yang selamat dan yang meninggal jika sudah dievakuasi sudah dapat di ketahui apakah masih ada yang hilang atau sudah dievakuasi seluruhnya.
(H009/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2011