PON Papua

Voli putri DKI Jakarta bawa pulang perunggu usai bungkam tuan rumah

Voli putri DKI Jakarta bawa pulang perunggu usai bungkam tuan rumah

Pebola voli putri DKI Jakarta Almaida Zulfa (kiri) melakukan smes ke arah sisi lapangan tim Papua pada pertandingan perebutan tempat ketiga bola voli putri PON Papua di GOR Voli Indoor Koya Koso, Kota Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj

Kota Jayapura (ANTARA) - Tim bola voli putri DKI Jakarta berhak membawa pulang medali perunggu usai membungkam perlawanan tuan rumah pada perebutan peringkat ketiga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di GOR Koya Koso, Jayapura, Senin sore WIT.

Anak asuh pelatih Muhammad Ansori itu harus menyelesaikan pertandingan hingga lima set untuk menang dengan skor 3-2, masing-masing 25-27, 25-17, 24-26, 25-20 dan 15-11.

Baca juga: Penonton dukung perjuangan voli putri Papua melalui layar raksasa

Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama berjalan. Saling kejar-mengejar angka terjadi dan sama hingga 24-24 hingga memaksa terjadinya deuce.

Tuan rumah yang didukung penuh suporternya mengunci kemenangan 27-25 melalui spike keras Alfani Romaida yang gagal diantisipasi pemain DKI.

Set kedua, tim Ibu Kota tampil lebih dominan, bahkan sempat unggul dengan selisih cukup jauh, 12-6. Papua sempat memangkas jarak 15-13, namun DKI kembali menjauh di angka 23-16. Reghina Fitrian Utami dan kawan-kawan akhirnya menang 25-17.

Baca juga: DKI menang tipis 3-2 atas Jateng dalam 4 besar voli putri PON Papua

Set berikutnya, persaingan ketat kembali disuguhkan kedua tim. Papua yang dimotori oleh Balbina Karo juga beberapa kali menyulitkan lawan. Deuce kembali terjadi 24-24.

Sorak-sorai penonton mampu membakar semangat Papua dan melalui blok Dita Azizah tuan rumah menang 26-24. Papua memimpin 2-1

Hanya membutuhkan kemenangan satu set lagi, Papua justru lengah. Sempat unggul hingga selisih tiga angka, namun malah disamakan oleh DKI saat skor 12-12.

Baca juga: Menyaksikan bidadari-bidadari voli dari tribun GOR Koya Koso

DKI berbalik unggul 20-17 dan spike keras Lutfiyatul Insyiah yang mengarah tepat di posisi lapangan kosong Papua menyudahi set keempat 25-20 dan skor sama kuat 2-2. Penentuan pemenang dilanjutkan ke set berikutnya.

Di set terakhir, awal-awal pertandingan DKI memimpin. Keunggulan tersebut bertahan hingga akhir dan spike keras Alfiodita Fitriyana gagal dikembalikan pemain Papua.

Set kelima berakhir dengan skor 15-11 untuk kemenangan DKI Jakarta, sekaligus berhak atas medali perunggu.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar