Operator "drone" coba selamatkan anjing dari gunung merapi Spanyol

Operator "drone" coba selamatkan anjing dari gunung merapi Spanyol

Ilustrasi--Seorang pemadam kebakaran menggendong satu dari tiga anak anjing yang ditemukan selamat di reruntuhan Hotel Rigopiano setelah longsor salju, dekat Farindola, pusat Italia, Senin (23/1/2017). (Vigili del Fuoco/Handout via R)

Yang tidak kita inginkan adalah kehabisan baterai saat terbang melintas di atas lava
La Palma (ANTARA) - Operator pesawat nirawak atau drone Spanyol pada Selasa mengantongi izin untuk mencoba menyelamatkan tiga anjing malang yang terjebak dekat gunung merapi di Pulau Canary.

Rencananya, operator itu akan menangkap mereka dengan jaring yang terhubung dengan kendali jarak jauh dan menerbangkannya di atas aliran lava.

Ketiga anjing itu telah terdampar selama berminggu-minggu di halaman kosong yang tertutup abu vulkanik di pulau La Palma.

Mereka diberi makan melalui drone dengan menjatuhkan paket makanan tersebut, tetapi sampai sekarang belum ada seorang pun yang menemukan cara menyelamatkan ketiga anjing tersebut.

Baca juga: Davina Veronica sayangi anjing seperti manusia

Helikopter dilarang terbang ke area tersebut karena gas panas yang bisa merusak baling-balingnya.

Setelah mengevaluasi misi penyelamatan yang diajukan, otoritas kedaruratan akhirnya memutuskan membolehkan rencana tersebut.

CEO operator drone Aerocamaras Jaime Pereira mengatakan akan menerbangkan drone seberat 50 kg yang dilengkapi jaring lebar untuk menjebak ketiga anjing itu satu per satu dan menerbangkannya ke tempat yang aman sejauh 450 meter dari aliran lava.

“Ini pertama kalinya hewan diselamatkan dengan drone dan pertama kalinya pula harus ditangkap,” kata Pereira kepada Reuters.

Baca juga: Penyayang Binatang Protes Pemusnahan Anjing Liar

“Jika itu pilihan terakhir ketiga anjing itu? Kami akan mengikutinya,” ujarnya.

Operator itu hanya punya waktu selama empat menit untuk memancing anjing ke dalam jaring dan empat menit lainnya untuk menerbangkannya.

“Yang tidak kami inginkan adalah kehabisan baterai saat terbang melintas di atas lava,” katanya.

Uji terbang masih terus dilakukan. Pada akhirnya, misi ini bergantung pada bagaimana anjing-anjing itu merespons kepada mesin, kata Pereira.

“Mereka makan sangat sedikit selama berminggu-minggu. Mereka bisa saja mendekati atau malah takut akan drone. Kami sangat bergantung pada bagaimana reaksi mereka,” katanya.

Sumber:Reuters

Baca juga: Pecinta hewan selamatkan binatang liar di Baghdad via daring

Penerjemah: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pembukaan Peparnas XVI, 500 drone warnai Langit Jayapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar