Gubernur dan Ketua PKK Kaltim dapat penghargaan Manggala Karya Kencana

Gubernur dan Ketua PKK Kaltim dapat penghargaan Manggala Karya Kencana

Para penerima penghargaan berfoto bersama setelah dilakukan penyematan Penghargaan Manggal Karya Kencana, di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim. ANTARA/HO-Humas Pemprov Kaltim

jadi motivasi bagi kami
Samarinda (ANTARA) - Gubernur Kaltim Isran Noor dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Norbaiti Isran Noor mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Terima kasih atas penghargaan dari Kepala BKKBN, semoga ini menjadi berkah dan bermanfaat serta jadi motivasi bagi kami untuk melaksanakan tugas-tugas terkait dengan masalah kekeluargaan dan kependudukan," ucap Gubernur Kaltim dalam sambutannya di Samarinda, Kamis.

Penyematan penghargaan dilakukan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Kamis pagi.

Selaras dengan orang nomor satu di Benua Etam, Hasto selaku Kepala BKKBN pun berharap seperti apa yang telah disampaikan oleh orang nomor satu di Provinsi Kaltim itu.

Ia berharap, penghargaan itu bisa menjadi motivasi bagi masyarakat di Kaltim dan juga bisa menjadi contoh untuk provinsi dan kabupaten lainnya di luar Kaltim.

Adapun penghargaan Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Nasional Kategori Kota Periode Tahun 2020-2021 pada kesempatan ini turut diberikan kepada TP PKK Kota Samarinda dan TP PKK Kabupaten Kutai Timur.

Baca juga: BKKBN Kaltim targetkan layani 17.303 akseptor saat Peringatan Harganas
Baca juga: Kepala BKKBN: Penambahan 4.000 penyuluh KB disetujui Presiden


Pada kesempatan itu juga dirangkai dengan penyerahan cinderamata antara BKKBN RI dengan Pemprov Kaltim dan TP PKK Prov Kaltim.

Sebelumnya, Hasto Wardoyo juga sempat menceritakan bahwa dirinya pernah bertugas di Provinsi Kaltim tepatnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartenagara.

Kunjungan kerja ke Kaltim untuk silaturahmi dan tapak tilas, kangen karena dirinya pernah bertugas di pedalaman Kaltim selama lima tahun.

“Kaltim adalah sebagai tumpah darah saya, karena nyata menjadi dokter di Kaltim, nyata bekerja pertama kali di Kaltim, nyata menghidupi diri dan keluarga di Kaltim, sehingga Kaltim saya anggap tempat kelahiran saya kedua,” ucap Hasto Wardoyo.

Baca juga: BKKBN nyatakan kesiapan pindah ke Ibu Kota baru
Baca juga: Pemakaian kontrasepsi di Kaltim capai 69,72 persen

 

Pewarta: Gunawan Wibisono/Arif Maulana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar