Komite Senat Brazil setuju agar Presiden Bolsonaro didakwa

Komite Senat Brazil setuju agar Presiden Bolsonaro didakwa

Presiden Brazil Jair Bolsonaro terbatuk saat menghadiri acara di Istana Planalto, Brasilia, Brazil, 20 Oktober 2021. ANTARA/Reuters.

Brasilia (ANTARA) - Komite investigasi Senat Brazil menyetujui sebuah laporan yang meminta agar Presiden Jair Bolsonaro didakwa atas sembilan kejahatan terkait penanganan pandemi virus corona, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan itu juga menuduh bahwa 77 orang lainnya dan dua perusahaan turut melakukan kejahatan.

Laporan yang meminta pendakwaan Bolsonaro itu panjangnya lebih dari 1.300 halaman dan komite investigasi --yang dikendalikan oposisi-- membutuhkan waktu persiapan sekitar enam bulan.

Sebuah rancangan laporan yang dirilis pekan lalu telah menyerukan agar Bolsonaro didakwa atas genosida dan pembunuhan, tetapi para senator kemudian memutuskan untuk membatalkan tuduhan itu karena "alasan teknis".

Komite investigasi juga memutuskan untuk menambahkan 10 orang lainnya ke dalam daftar individu yang harus didakwa.

Baca juga: Facebook dan YouTube hapus video presiden Brasil karena hoaks vaksin

Di dalam daftar orang untuk didakwa itu ada Wilson Lima, gubernur Amazonas, negara bagian di pedalaman yang kekurangan pasokan oksigen rumah sakit sehingga mengakibatkan sejumlah kematian pada awal 2021.

Namun, sebagai sikap politik, Lima menolak pencantuman namanya.

"Menempatkan nama saya di laporan akhir memiliki motivasi yang sepenuhnya politis dan elektoral. Saya bahkan tidak diselidiki oleh komite," kata Lima dalam sebuah pernyataan dari kantor persnya.

Pemerintahan Bolsonaro saat ini sedang dalam penyelidikan federal atas dugaan korupsi terkait pembelian peralatan medis.

"Kekacauan pemerintahan Jair Bolsonaro akan masuk dalam sejarah sebagai tingkat kemelaratan manusia yang paling rendah," kata Senator Renan Calheiros, pembuat laporan tersebut.

Baca juga: Ketua MA Brazil: Presiden Bolsonaro rongrong pengadilan tinggi

Calheiros menambahkan bahwa Presiden Bolsonaro "berpihak" pada para diktator, termasuk Adolf Hitler dan Augusto Pinochet.

Kantor pers Bolsonaro tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Selasa malam (26/10).

Bolsonaro kemungkinan besar tidak akan menghadapi dakwaan formal karena dakwaan itu harus diajukan oleh jaksa agung Brazil yang ditunjuk presiden.

Presiden Brazil sebelumnya pernah menolak penyelidikan Senat dengan menilai hal itu sebagai "lelucon."

Namun, laporan itu pun menyoroti isolasi politik terhadap Bolsonaro yang semakin meningkat menjelang tahun pemilihan umum.

Popularitas Bolsonaro sudah payah karena langkah penanganan pandemi yang kurang baik dan inflasi yang sangat tinggi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Brazil kecam Mahkamah Agung, sebut pemilu sebagai lelucon
Baca juga: Kongres Brazil tolak rencana Bolsonaro ubah penghitungan suara

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Budi daya Arwana Albino tunjang perekonomian masyarakat Desa Mentawit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar