Pandemi COVID-19 jadi titik tolak inovator bangun industri kesehatan

Pandemi COVID-19 jadi titik tolak inovator bangun industri kesehatan

Salah satu Inovasi SPGDT, PSC 119 SIRENE MUBA (Sistem Informasi Emergency Terpadu) dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO-IndoHFC/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Indonesia Health Care Forum (IndoHCF) Dr dr Supriyantoro Sp P MARS menyatakan pandemi COVID-19 menjadi titik tolak bagi inovator-inovator Tanah Air untuk membangun industri alat kesehatan dan obat yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.

"Situasi pandemi COVID-19 tidak membuat inovasi-inovasi kesehatan mengendur. Sebaliknya, mampu menjadi katalis atau faktor yang mempercepat lahirnya berbagai inovasi dan teknologi kesehatan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Supriyantoro, hal itu terlihat dari jumlah peserta pentas inovasi karya anak bangsa di bidang kesehatan, Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) V-2021 yang memasuki babak final 10 besar.

Baca juga: Dinkes Bogor luncurkan inovasi "Si Oke"

Ajang tahunan tersebut memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK), Alat Kesehatan (ALKES) dan Teknologi Informasi Kesehatan (TIK).

Setiap kategori saat ini menyisakan 10 peserta dari berbagai daerah dan instansi dengan inovasi beragam.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI , BKKBN dan organisasi/institusi di bidang kesehatan lainnya diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional, dengan tema "Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku".

Baca juga: BRIN kembangkan metode analisis kesehatan danau dan DAS

IHIA V-2021 dirangkai dengan agenda lainnya yakni Indonesia Healthcare Innovation Expo (IHIE II- 2021) dan IndoHCF Annual Scientific Meeting (IASM VIII-2021).

IHIA V-2021 merupakan bukti komitmen IndoHFC untuk terus mendukung dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan Indonesia dengan harapan mampu mempercepat kemandirian dalam hal sarana, prasarana, serta infrastruktur kesehatan yang kuat, katanya.

Baca juga: Inovasi teknologi kesehatan dan digital untuk jaga kesehatan jantung

"Kami berharap ajang ini semakin memacu lahirnya teknologi dan inovasi-inovasi kesehatan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semua demi peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia," ujar Supriyantoro.

Sementara itu, masyarakat umum bisa berpartisipasi dalam pemilihan juara favorit. Caranya dengan mengunjungi laman facebook IndoHCF atau untuk website www.indohcf-award.com lalu pilih peserta terfavorit dengan hadiah menarik bagi lima orang yang beruntung.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkot Cilegon dorong faskes lakukan inovasi layanan kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar