Menyumbanglah Demi Kami, kata William dan Kate

Menyumbanglah Demi Kami, kata William dan Kate

Pangeran William Bersama Pasangannya Kate Midleton (ANTARA/REUTERS)

London (ANTARA News) - Apa yang Anda berikan kepada pasangan yang sudah memiliki segalanya? Jawabannya, dalam kasus pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, adalah donasi untuk kegiatan amal.

Itu tidak termasuk ranjang antik yang diberikan Kanada kepada orangtua William, Putri Diana dan Pangeran Charles, sebagai kado pernikahan pada 1981.

Atau bukan pula 20 piring perak yang mencantumkan tanggal pernikahan agung itu yang diberikan Australia sebagai kado pernikahan tiga puluh tahun silam.

Dengan perbedaan usia, pewaris tahta Kerajaan Inggris dan tunangannya telah menanyai orang-orang apakah mereka ingin memberi mereka hadiah demi mendukung 26 kegiatan amal yang kebanyakan tidak begitu kenal publik.

Jelasnya mereka ingin menyebarluaskan kegiatan amalnya melalui The Commonwealth mengingat ini adalah salah satu penarik sumbangan menyusul gempa bumi dahsyat di kota Christchurch, Selandia Baru, pekan lalu yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Canadian Coast Guard Auxiliary dan Royal Flying Doctor Service dari Australia, juga berada pada daftar pihak yang diuntungkan.

Namun tetap kebanyakan kegiatan amal itu ada di Inggris dan ini diantaranya mencerminkan latar belakang militer sang pangeran. Beberapa diantaranya telah para tentara dan keluarga mereka, seperti Army Widows' Association (Asosiasi Janda Angkatan Darat).

Donasi yang diberikan melalui www.royalweddingcharityfund.org dapat disalurkan dengan menggunakan enam mata uang berbeda.

Uang sumbangan itu akan dikumpulkan dan disalurkan oleh sebuah yayasan amal yang didirikan William dan adiknya, Pangeran Harry.

William melamar Kate selagi berlibur di Kenya, dan ketertarikan si pangeran kepada Afrika diwujudkan lewat pilihannya terhadap proyek-proyek yang dijalankan oleh Zoological Society, London, demi menyelamatkan badak hitam dan gajah Afrika dari kepunahan.

Pasangan itu juga telah memutuskan membantu Beatbullying, sebuah kegiatan amal untuk anak yang disebut bekerja untuk anak-anak muda dalam membangun sebuah dunia yang tidak menrima tawuran, kekerasan dan pelecehan.

Tetapi masih akan ada beberapa kado untuk Kate dan William yang bisa dibuka.

Warga Wales akan menyeragkan kado khusus berupa batu kristal Welsh yang dirancang secara khusus.  Pasangan itu telah tinggal selama dua tahun di wilayah Anglesey di utara Wales di mana Pangeran William bertugas sebagai seorang pilot helikopter RAF (Angkatan Udara Inggris).

Menteri Utama Wales, Carwyn Jones, berkata, "Pasangan yang tengah berbahagia itu memiliki ikatan yang kuat dengan negara bagian itu dan di sinilah dimana mereka memilih rumah mereka."

"Saya berharap pasangan kerajaan itu diberkati untuk hari bersejarah mereka, dan demi segala kebahagiaan selama sisa hidup bersama mereka," sambungnya seperti dikutip AFP.

Yang lebih tak biasa, diskon maskapai penerbangan Afika selatan sesumbar menawarkan untuk memberikan keluarga Kate Middleton sekawanan sapi, yang merupakan sebuah tradisi Afrika yang dikenal dengan sebutan "lobola"

Lobola yang adalah satu upacara adat pernikahan di Afrika Selatan, mensyaratkan kedua mempelai membayarkan mahar simbolis mereka kepada keluarga pengantin, yang biasanya berupa hewan ternak.

Maskapai tersebut, kukula.com, mengatakan pihaknya akan menyediakan sekawanan sapi lokal di Inggris dan menyalurkannya kepada pasangan tersebut.  Ini akan diterima Keluarga Middleton yang selama ini telah menghasilkan jutaan poundsterling dari bisnis alat-alat pestanya.

Pemerintah Kanada yang memiliki tradisi biasa memberikan hadiah-hadiah mahal untuk keluarga kerajaan Inggris, tidak akan mengumumkan kadonya tersebut hingga hari pernikahan tiba.

Tetapi sebagai kado untuk pasangan berbahagia itu, Provinsi Alberta di Kanada telah siap memberikan donasi sebesar 25 ribu dolar Kanada (26.200 dolar AS) untuk tujuh penampungan untuk warga muda tunawismahingga tujuh rumah singgah bagi anak muda tunawisma.(*)

Yudha

Penerjemah:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar