SPAM Hutan Kota di Jakarta layani 12 ribu lebih pelanggan

SPAM Hutan Kota di Jakarta layani 12 ribu lebih pelanggan

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan mengenai kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota di Jakarta, pada Gathering di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (4/12/2021). ANTARA/Ricky Prayoga/aa.

Jakarta masih tergantung pasokan air baku dari wilayah di luar Kota Jakarta
Jakarta (ANTARA) - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota di Jakarta, hingga saat ini telah melayani sebanyak 12.573 dari target 30 ribu pelanggan baru di sisi utara Jakarta yakni di wilayah Kamal Muara, Kamal, Pegadungan dan Tegal Alur. 

"PAM Jaya membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 116 kilometer (km) untuk mengaliri air dari IPA (instalasi pengolahan air) Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per detik (lps) kepada sekitar 30.000 pelanggan," kata Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu.

Ia mengatakan pembangunan SPAM Hutan Kota itu mulai diinisiasi PAM Jaya sejak 2016 yang penyelesaian targetnya terus berproses hingga saat ini.

Bambang mengatakan cakupan layanan PAM Jaya saat ini adalah 65,82 persen dengan total pelanggan sebanyak 906.648, dan total air yang terdistribusi sebanyak 20.732 liter per detik. Sementara untuk target cakupan layanan PAM JAYA pada 2023 adalah 82 persen.

"Saat ini Jakarta masih tergantung pasokan air baku dari wilayah di luar Kota Jakarta, terdiri 81 persen air baku berasal dari Waduk Jatiluhur, 14 persen dari pembelian air curah (olahan) PDAM Kabupaten Tangerang dan lima persen berasal dari sungai-sungai di Jakarta,” katanya.

Baca juga: PAM Jaya optimalkan sungai Jakarta untuk amankan pasokan air baku

Karenanya, ke depan PAM Jaya akan memanfaatkan air dari 13 sungai dan 102 situ, embung serta waduk untuk air baku.

Yang terdekat, PAM akan memanfaatkan air Sungai Ciliwung lebih banyak lagi dengan membuat IPA di Pejaten yang saat ini tahap perencanaan dan juga Kali Pesanggrahan sebanyak 750 lps.

"Itu akan tambah pasokan di Jakarta. Selain juga akan kita manfaatkan proyek yang telah dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air,  ada embung, situ, waduk yang jumlahnya 102 dan saat ini belum banyak kita manfaatkan," tuturnya.

Meski, kata Bambang, keberlanjutan sumber air itu jika kemarau akan surut, namun paling tidak bisa dijadikan pengaman Jakarta dari sisi air baku dan banjir.

"Jadi, ini akan kami manfaatkan karena secara fungsional kita bekerjasama dengan Dinas SDA untuk manfaatkan embung situ waduk dan beberapa sungai. Kemudian yang dalam perencanaan juga di Situ Babakan juga akan dibangun IPA oleh SDA sekitar 200 lps," tuturnya.

Baca juga: Pipanisasi PAM Jaya masuk Kemal Muara untuk kejar target 2023

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PAM Jaya: Harga air tanah jauh lebih mahal dari air pipa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar