Pentingnya perawatan holistik untuk penderita kanker

Pentingnya perawatan holistik untuk penderita kanker

Tangkapan layar - Diksusi daring bersama Parkway Cancer Center ANTARAHO.

Jakarta (ANTARA) - Dr. Chin Tan Min selaku Medical Oncology, Parkway Cancer Center (PCC) Singapore mengatakan bahwa pasien kanker perlu mendapatkan perawatan yang menyeluruh, bukan hanya mendapatkan pengobatan dari dokter semata.

"Holistic care itu sangat penting karena perawatan kanker bukan hanya dari dokternya saja. Mereka perlu orang dari berbagai macam bidang untuk bisa memberikan masukan atau perawatan kepada mereka dari berbagai macam sisi," ujar Chin saat diskusi daring, Rabu.

"Bukan hanya pasien, keluarga dan komunitasnya juga penting untuk diberikan bimbingan. Karena mereka pun pasti terdampak. Jadi perawatan ini penting untuk mengayomi pasien, keluarga maupun orang-orang terdekat dari penderita kanker," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Risma Yanti selaku Manager CanHOPE Indonesia mengatakan bahwa Parkway Cancer Center mempersembahkan CanHOPE untuk memberikan bimbingan konseling bagi para penderita kanker maupun keluarganya.

"Jadi CanHOPE ini adalah lembaga konseling kanker nirlaba yang dipersembahkan oleh PCC. CanHOPE di Indonesia ini sudah ada di 7 kota. Jadi tidak hanya di kota besar Jakarta tapi ada juga di Surabaya, Solo, Medan, Semarang, Jogja," kata Risma.

"Kami membantu pasien-pasien maupun keluarga pasien atau siapapun yang ingin mendapatkan konseling mengenai penyakit kanker, pendampingan selama menjalani perawatan, karena penyakit kanker ini pengobatannya bukan suatu pengobatan yang sebentar dan sederhana. Itu sangat kompleks dan perjalanannya panjang," sambungnya.

Lebih lanjut, Risma mengatakan bahwa pihaknya juga menyediakan konseling nutrisi, rehabilitasi, dan support group untuk pasien-pasien kanker.

"Jadi CanHOPE memberikan layanan seperti konseling kanker, konseling nutrisi, rehabilitasi dan support group untuk pasien-pasien kanker yaitu Cancer Surviver, dalam arti ini memberikan semangat. Karena sesama penderita kanker itu kadang emosionalnya makin down. Jadi di sini kami mengadakan kegiatan-kegiatan yang saling menguatkan," tuturnya.

Baca juga: Kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat 8,8 persen

Baca juga: PPOK dan kanker paru bisa dicegah dengan berhenti merokok

Baca juga: Produk alternatif 50 persen efektif kurangi kecanduan nikotin


Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes : Kanker payudara, jenis kasus kanker terbanyak di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar