Jimbaran (ANTARA News) - Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia mengungkapkan bahwa volume transaksi kartu kredit di seluruh Indonesi selama Januari sampai Mei 2011 rata-rata Rp16 triliun setiap bulannya.

"Volume transaksi itu mengalami peningkatan terus setiap tahunnya," kata Ketua Asosiasi Penerbit Kartu Kredit Indonesia Dodit W Probojakti usai penandatangan BNI dengan Unud di Jimbaran, Bali, Rabu.

Dia mengatakan, jumlah transaksi itu berasal dari seluruh pemegang kartu kredit yang ada di seluruh Tanah Air. Jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia adalah sebanyak tujuh juta orang.

"Sedangkan jumlah kartu kredit yang beredar sekitar 14 juta unit dari berbagai bank baik swasta maupun pemerintah," ujarnya.

Dodit menjelaskan, jumlah kartu kredit itu dua kali lipat dari pemakainya karena rata-rata setiap orang Indonesia minimal memiliki dua kartu.

Menurut dia, jumlah pertumbuhan nilai transaksi setiap tahun sekitar 15 sampai 20 persen dalam empat tahun terakhir.

"Pada 2010 terjadi pertumbuhan volume transaksi sebesar 18 persen dibandingkan pada tahun 2009," katanya menjelaskan.

Dia berharap pertumbuhan transaksi menggunakan kartu kredit sampai akhir tahun ini mencapai 20 sampai 25 persen.

Sementara CEO BNI Wilayah Denpasar Johnny R Tampubolon menargetkan akan menambah 13.500 nasabah pengguna kartu kredit di wilayah Bali Nusra sampai akhir 2011.

"Kami optimis hal itu bisa tercapai melihat potensi pasar yang cukup besar di wilayah tersebut," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi dari Januari sampai Mei 2011, nasabah pengguna kartu kredit BNI mencapai 6.000.

Diharapkan sampai Agustus nanti, jumlah tersebut bertambah menjadi 50 persen dari target.

"Untuk mencapai target tersebut, kami akan menyasar universitas dan pengusaha muda yang ada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara," ujarnya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011