Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bertekad menggenjot program nasional Kawasan Minapolitan pesisir Banten, dari Tanjung Pasir di Kabupaten Tangerang sampai Sawarna di Kabupaten Lebak, guna memacu kesejahteraan nelayan.

"Lokasi itu merupakan sentra pengembangan perikanan yang diprioritaskan. Mulai 2012 empat kawasan pelabuhan perikanan akan menjadi kawasan `Minapolitan Banten` untuk jenis perikanan tangkap." kata Atut di Banten, Sabtu.

Di samping itu, juga akan dikembangkan perikanan budidaya di wilayah pesisir.

Pada 2011 ini, Ratu Atut telah menetapkan lokasi-lokasi pengembangan kawasan perikanan terpadu yang disebut "Minapolitan Banten" berdasarkan potensinya masing-masing.

Lima kawasan tersebut meliputi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu dan kawasan budidaya rumput laut Pontang (Kota Serang), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan (Kab. Pandeglang), kawasan budidaya kerang Panimbang dan kawasan pangkalan pendaratan ikan (PPI) Binuangeun.

Atut meyakini strategi ini tidak hanya akan memacu kesejahteraan masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, tetapi juga akan mempercepat laju pembangunan dan pemerataan perekonomian Banten.

Dikemukakannya bahwa secara geografis Banten dibagi dalam dua wilayah pembangunan, yaitu utara dan selatan. Bagian utara meliputi Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Cilegon.

Sedangkan bagian selatan meliputi Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang. Daerah bagian utara relatif lebih maju dibanding daerah selatan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB 2009 di Kabupaten Pandeglang dan Lebak bagian selatan masing-masing mencapai Rp3,9 miliar dan Rp3,8 miliar. Sedangkan bagian utara seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang mencapai Rp17 miliar dan Rp27 miliar.

Padahal, Kabupaten Lebak dan Pandeglang luasnya 63,89 persen dari luas Banten. Sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang hanya 12.06 persen luas Banten.

"Ketimpangan itulah yang menjadi perhatian untuk segera diatasi dan tentu saja melalui strategi pembangunan jangka panjang dengan memaksimalkan potensi daerah pesisir," ujar Ratu Atut.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa konsep utamanya adalah pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis kawasan dengan keterpaduan lintas sektor untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

Anggaran sektoral pada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Banten, menurut dia, akan difokuskan untuk memberikan input produksi serta sarana dan prasarana pokok.

Sedangkan yang lintas sektoral berupa penyediaan prasarana pendukung seperti jalan, saluran irigasi serta dukungan lain yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar yang dimiliki akan difokuskan pada lokasi "Minapolitan Banten".

Dia menjelaskan bahwa proyek pengembangan kawasan "Minapolitan Banten" ditargetkan akan menjadi pilot project bagi sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir lainnya di Banten, serta bagi daerah lainnya di Indonesia.(*)
(T.D011/M027)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011