Kabul, Afghanistan (ANTARA News) - Dua tentara NATO tewas dan lainnya terluka ketika seorang personel keamanan Afghanistan melepaskan tembakan terhadap mereka di provinsi Panjshir, Afghanistan utara pada Sabtu, kata wakil gubernur provinsi itu.

Seorang petugas keamanan dari Badan Intelijen Afghanistan menembaki dua tentara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kabupaten Darah, Panjshir setelah bertengkar dengan mereka, dan dua tentara NATO tewas dan satu lagi terluka, kata Abdul Rahman Kabiri kepada Xinhua.

Petugas keamanan juga tewas ketika tentara NATO membalas menyerang, kata Kabiri.

Alasan terjadinya saling tembak itu belum diketahui dan masih diselediki.

Sebanyak 290 tentara NATO tewas di negara itu sejak awal tahun ini.

Sehari sebelumnya, delapan polisi Afghanistan tewas ketika kendaraan mereka terkena ledakan ranjau di Afghanistan utara, kata polisi.

Peristiwa itu terjadi di provinsi Jawzjan ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju ibukota wilayah itu, Shibirghan, kata wakil kepala kepolisian provinsi tersebut Mohammad Ebrahim kepada AFP.

"Delapan polisi kami tewas sekitar pukul 14.00 ketika kendaraan mereka terkena ranjau pinggir jalan di distrik Fayz Abad," katanya.

Ebrahim menuduh Taliban bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Taliban belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai peristiwa itu.

Kekerasan meningkat di wilayah utara Afghanistan, dimana Taliban dan kelompok militan lain yang mencakup Gerakan Islamis Uzbekistan diketahui memiliki tempat persembunyian,

Rabu, enam polisi Afghanistan dan seorang warga sipil tewas ketika kendaraan mereka melindas ranjau darat di provinsi bergolak Uruzgan, Afghanistan selatan.

Keenam polisi itu bertugas untuk pasukan desa setempat dan hanya menjalani pelatihan tiga pekan sebelum mereka dipekerjakan untuk menghalau Taliban dari daerah mereka.

AS menyebut pasukan lokal sebagai solusi sementara atas kekurangan kronis polisi di banyak wilayah Afghanistan, yang diperburuk oleh serangan berulang kali Taliban terhadap para kader, demikian Xinhua melaporkan.

(H-AK/Z002)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011