Bayangkan, jika ada 10 juta lagu yang diunduh, berapa keuntungan yang diraup Apple dari lagu saja. Belum game dan peranti lunak,"
Jakarta (Antara News) - Kesuksesan Apple menjadi perusahaan paling berharga di dunia ikut menginspirasi perusahaan pengembang peranti lunak di Indonesia, Andal Software.

Indra Sosrodjojo, Pendiri dan Direktur Andal Software mengatakan sistem bisnis Apple yang menggunakan multi side atau melibatkan pihak ketiga dalam pengembangan bisnis sangat menguntungkan dan sejalan dengan pengembangan bisnis saat ini.

Apple selalu melibatkan pengembang-pengembang peranti lunak di dunia untuk menaruh sistem operasi ciptaannya di iStore. Di iStore, para pelanggan Apple bisa membeli peranti lunak, permainan, dan data, jika musik para pelanggan bisa mendapatkannya di iTune.

"iTune adalah pasar musik online di dunia, ada 10 juta lagu yang diunduh di iTune dalam setahunnya," katanya ketika menjadi pembicara dalam seminar bertemakan "The Next Evolution of Marketing - Andal's Strategi for Crossing the Chasm di Jakarta pada Selasa (20/9).

Keuntungan pembelian itu akan dibagi dua antara Apple dan para pengembang peranti lunak, langkah itu terbukti berhasil dan menguntungkan terlihat dengan pemasukan yang diraup Apple dan jumlah aplikasi yang dimiliki Apple di iStore mengalahkan jumlah aplikasi yang dimiliki Android Market milik Google Android dan Ovy milik Nokia.

"Bayangkan, jika ada 10 juta lagu yang diunduh, berapa keuntungan yang diraup Apple dari lagu saja. Belum game dan peranti lunak," katanya.

Indra akan mengadopsi langkah bisnis Apple  ke perusahaannya. Saat ini Andal masih menggunakan konsep lama dengan menawarkan peranti lunaknya ke perusahaan-perusahaan.

Andal Software yang memiliki dua produk unggulan yaitu Andal Pay Master dan Andal Karisma menggandeng 100 klien di Indonesia.

Nantinya, Andal akan menggandeng para pengembang di Indonesia untuk menawarkan semua produk Andal di Indonesia dan dapat membuat peranti lunak berdasarkan standar Andal Software.

"Saat ini kami sudah menjalankan langkah bisnis itu tapi masih bertahap, diperkirakan 3 tahun depan sudah terealisasi," katanya.
(Adm)




Pewarta: Adam Rizallulhaq
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011