menghasilkan pembelajaran tentang kebersamaan
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaknai Hari Raya Paskah sebagai momentum untuk refleksi diri dan membangkitkan kasih sesama agar menjadi pribadi yang lebih baik.

"Semoga Paskah tahun ini akan membangkitkan hal baik, menghasilkan pembelajaran tentang kebersamaan," kata Anies di Jakarta, Minggu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengajak umat Kristen dan Katolik, memaknai Paskah juga untuk memberi kekuatan untuk pembaharuan diri dan pribadi penuh kasih.

Anies juga menghadiri Fajar Paskah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari.

Baca juga: Pastur rekan Katedral sambut gembira jemaat bisa kembali ke gereja

Momen Kebaktian Fajar GPIB Immanuel ini menjadi istimewa karena gereja bersejarah itu tuntas direvitalisasi dan kembali diresmikan pada Desember 2021.

"Kebaktian Fajar GPIB Immanuel merupakan tradisi dan kami bersyukur bahwa Gereja Immanuel pagi ini memiliki wajah baru yang teduh dan memancarkan kebahagiaan bagi semua," ucap Anies.

Orang nomor satu di Pemprov DKI itu juga menjelaskan revitalisasi gereja bukan sekadar melakukan pemugaran pada fisiknya semata, Gereja Immanuel harus menjadi tempat bagi kegiatan dan memberikan keteduhan baik bagi pengurus maupun jemaatnya.

"Karena itu, amat bersyukur bagian dari tugas kami sudah ditunaikan ketika revitalisasi ini selesai. Sisi selatan yang dulu jarang diperhatikan, sekarang menjadi tempat cahaya itu memancar dengan amat indahnya," katanya.

Baca juga: Katedral siagakan petugas pemantau prokes saat perayaan Jumat Agung

Ia berharap agar keteduhan dan kedamaian yang dihadirkan Gereja Immanuel juga dapat dirasakan seluruh warga Jakarta sehingga, kedamaian dan persatuan dapat semakin diperkuat.

"Kami menginginkan suasana di Jakarta dapat terus memfasilitasi tumbuhnya persatuan dan menguatkan persatuan tersebut, karena kebhinnekaan adalah karunia Tuhan, tapi persatuan adalah usaha manusia," ucapnya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2022