Depok (ANTARA News) - Atlet anggar Indonesia nomor beregu putri dengan senjata degen, melaju ke final setelah menumbangkan tim Thailand dengan skor akhir 41-40 pada SEA Games XXVI 2011 di Balairung Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Kamis.

Peanggar Isnawati Sir Idar menentukan kemenangan itu ketika pelatih menurunkannya sebagai pamungkas dan atlet Thailand pun melempar masker di kepalanya akibat kesal dengan kekalahan tersebut.

Selain itu, Isnawati harus berjuang keras karena sempat tertinggal empat poin yang tidak mampu ditambah oleh rekannya satu tim.

Tim putri Indonesia itu dimotori Isnawati Sir Idar, Dian Eka Pertiwi (Jabar), Dian Rahmawati (Sumut) dan Ikah Sarikah (Jabar).

Selain itu, Isnawati juga harus mengejar poin yang tertinggal dari rekannya Dian Rahmawati saat memasuki penentuan waktu, maka peanggar asal Sulsel itu kemudian berhasil menutupnya dengan kemenangan.

Upaya yang dilakukan tim anggar Merah-Putih tidak sia-sia dengan berjuang keras menambah poin karena sebelumnya, tim Thailand menjadi tim unggulan bersama Vietnam di Asia Tenggara.

Dengan kemenangan tersebut, maka tim tuan rumah harus berhadapan dengan Vietnam pada final SEA Games di Jakarta dan Palembang tersebut.

Sebelumnya, tim anggar Indonesia melawan peanggar Malaysia untuk nomor beregu putri senjata degen, sedangkan tim Singapura berhadapan dengan Filipina.

Namun tim Thailand dan Vietnam dinyatakan "bye" setelah melalui pengundian oleh panitia pelaksana cabang anggar.

Tim Malaysia yang diturunkan paa nomor degen beregu putri terdiri atas Laura Simon, Ayse Nur Hikmet, Nadzirah Adzeman, dan Yaminah Yasin.

Jika tim Merah-Putih tersebut mampu menumbangkan tim Malaysia maka akan melaju ke semi final dan berjumpa dengan pemenang pertandingan Singapura dengan Filipina.

Pelatih anggar Indonesia Edi Suwarto mengatakan peluang juara tinggal dua langkah lagi maka diharapkan di babak penyisihan mereka dapat lolos.

"Kami berdoa agar perjuangan atlet membuahkan hasil untuk mempersembahkan medali," kata mantan pelatih Malaysia dan Brunei Darussalam itu.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya minimal dapat membaca kekuatan lawan karena selama beberapa tahun dia pernah melatih peanggar negara jiran tersebut.(*)

A047/A016

Editor: Copywriter
Copyright © ANTARA 2011