Tenggarong (ANTARA News) - Sebanyak dua kapal feri segera dioperasikan di Sungai Mahakam untuk menghubungkan Kota Tenggarong dengan Tenggarong Seberang setelah runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

"Dulu jembatan ini sebagai urat nadi perekonomian bagi warga Kutai Kartanegara, Samarinda, dan sekitarnya, dengan runtuhnya jembatan itu, untuk sementara harus ada feri untuk penyeberangan," kata Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kaltim Murjani di Tenggarong, Senin.

Dia mengatakan, keputusan untuk mendatangkan dua feri tersebut diambil setelah dilakukan pertemuan dengan sejumlah instansi yakni tim dari Kementerian Perhubungan, PT ASDP, Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kukar, dan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dua kapal feri tersebut dijadwalkan tiba di Kota Tenggarong direncanakan pada Selasa (29/11). Dua feri itu adalah Kapal Motor (KM) Pepuyu dan KM Billy.

Saat ini dua kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Penajam dan Batu Licin, Balikpapan menuju Sungai Mahakam.

Untuk KM Pepuyu diperkirakan mampu mengangkut sebanyak 16 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 250 orang. Sedangkan KM Billy mampu mengangkut 14 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 200 orang.

Selama kapal feri beroperasi di lokasi yang sudah ditentukan itu, tim yang dipimpin oleh BNPB juga akan membangun plengsengan (tempat menurunkan tutup feri) agar lebih mudah dilalui kendaraan dan penumpang.

Anggaran yang diajukan untuk membangun dua plengsengan itu sekitar Rp20 miliar.
(KR-GFR/N002)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011