Kemarin, Fahmi Idris meninggal dunia hingga syarat PKB gabung koalisi

Kemarin, Fahmi Idris meninggal dunia hingga syarat PKB gabung koalisi

Para tokoh dan pejabat negara mendoakan mantan Menteri Perindustrian Indonesia Ke-22 era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Prof. Fahmi Idris. ANTARA/Dok Pri.

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang politik terjadi di Indonesia pada Minggu (22/5), mulai dari Fahmi Idris Menteri era Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia hingga Muhaimin ajukan syarat PKB gabung Koalisi Indonesia Bersatu. Berikut sajian berita bidang politik yang dirangkum LKBN ANTARA.

1. Fahmi Idris Menteri era Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia

Menteri Perindustrian Indonesia Ke-22 pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Prof. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo meninggal dunia.

Selengkapnya baca di sini

2. Fahmi Idris dimakamkan satu liang lahat bersama istri pertama

Almarhum Fahmi Idris dimakamkan dalam satu liang lahat bersama istri pertamanya Kartini Fahmi Idris Hasan Basri.

Selengkapnya baca di sini

3. Gerbangdutas komitmen pemerintah bangun perbatasan dan perkuat sinergi

Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) yang akan dicanangkan di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) merupakan komitmen pemerintah membangun perbatasan dengan memperkuat sinergi.

Selengkapnya baca di sini

4. Jusuf Kalla ajak semua pihak kenang Fahmi Idris dalam kebaikan

Mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengajak semua pihak mengenang Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo, Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam kebaikan.

Selengkapnya baca di sini

5. Muhaimin ajukan syarat PKB gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan partainya siap bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan syarat yaitu calon presiden yang diajukan koalisi tersebut adalah dirinya.

Selengkapnya baca di sini

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar