Solo (ANTARA News) - Banyak warga Indonesia yang akhir-akhir ini tidak lagi memiliki hati nurani dan karakter, bahkan mereka itu menjadi bangsa yang beringas, kata Ketua DPR Marzuki Alie.

"Seperti anak mencuri sandal saja dituntut lima tahun penjara," kata Marzuki Alie di Solo, Jateng, Rabu, mencontohkan yang dimaksud tidak memiliki hati nurani tersebut.

Marzuki Alie mengatakan itu pada "Seminar Nasional Meningkatkan Peran Stategis Guru Dalam Pendidikan Karakter Bangsa" di Pendapi Balaikota Surakarta, diikuti oleh para guru dan kepala sekolah di kota ini.

"Hal seperti ini dimana hati nuraninya. Saya pernah bertanya kepada Ketua Mahkamah Agung (MA), saat kasus seorang kepala sekolah dihukum empat tahun penjara karena menggunakan uang sekolah untuk membayar wisuda anaknya, dia dijerat dengan pasal yang sama dengan kasus korupsi. Terus apa bedanya dengan hukuman bagi koruptor yang nilainya miliaran rupiah," katanya.

Berbagai kasus yang terjadi saat ini disebabkan karena semakin banyak rakyat Indonesia tidak memiliki hati nurani. Hal tersebut merupakan peninggalan pendidikan pada zaman sebelumnya, untuk itu dibutuhkan pendidikan karakter yang dimulai dari yang paling dasar.

"Ya sekarang ini juga sudah banyak yang kehilangan sosok keteladanan, disinilah peran guru diperlukan untuk membentuk karakter bangsa melalui pendidikan berkarakter," katanya.

Seminar tersebut dihadiri sekitar 900 orang guru dan kepala sekolah di Solo, termasuk salah satu diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia ( PB PGRI) Sulistiyo.
(U.J005/R010)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012