Medan (ANTARA News) - PSMS Medan gagal memetik pon penuh di kandang setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persipura Jayapura pada pertandingan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Rabu malam.

Kedua tim yang sama-sama bertekad meraih poin penuh, sejak awal pertandingan sudah saling melakukan serangan langsung ke jantung pertahanan lawan.

Namun pemain-pemain Persipura lebih menunjukkan kualitasnya, dengan permain umpan-umpan panjang yang langsung mengarah ke gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.

Persipura terus menekan, berkali-kali tim" mutiara hitam" itu berhasil menciptakan peluang. Markus pun harus jatuh bangun berupaya menyelamatkan gawangnya dari cecaran penyerang-penyerang Persipura agar tidak kebobolan.

Barisan pemain belakang PSMS yang dikomandoi Sasa Zecevic, Novi, Rahmad dan Wawan Widiantoro pun terpaksa bermain taktis menghalau setiap serangan yang datang.

Meski terus ditekan, penyerang PSMS sesekali juga membahayakan gawang Persipura melalui serangan balik. Pada menit ke-10, PSMS mendapat peluang melalui tendangan Wawan Widiantoro hasil umpan Luis Pena dari tendangan sudut, namun kiper Persipura Yoo Jae Hoon dengan sigap menghalau bola.

Pada menit ke-24 pemain Persipura, Alberto Gonzalves mencetak gol melalui tandukannya, tapi wasit menganulir gol tersebut karena melihat pemain dengan nomor punggung 9 tersebut dalam posisi "offside".

Hingga pertandingan babak pertama usai, kedudukan tetap tidak berubah 0-0.

Pada babak kedua, pemain-pemain Persipura tidak mengendurkan tekanan ke barisan pertahanan tuan rumah. Meski demikian PSMS yang mendapat dukungan dari ribuan pendukungnya juga tidak mau kalah, beberapa kali Osas, Zulkarnain dan Choi Dong Soo menciptakan peluang.

Pada menit ke-51, Persipura kembali mendapat peluang emas melalui tandukan Alberto memanfaatkan umpan silang Yustinus Pae, namun bola tandukannya dengan manis berhasil ditangkap Markus.

Pada menit ke-57, PSMS yang mendapat peluang emas melalui tandukan Zulkarnain, namun bola sundulannya menyentuh mistar padahal kiper Persipura Yoo Jae Hoon sudah dalam posisi mati langkah.

Hanya berselang empat kemudian Persipura kembali mendapat peluang lewat tendangan keras Alberto memanfaatkan umpan silang Boas Solossa, namun kali ini Markus kembali menghalau bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut untuk tim tamu.

Pada pertengahan babak kedua pelatih PSMS Raja Isa, menarik keluar Osas Saha dan Luis Pena dan menggantikan dengan Arie Supriatna dan M Antoni. Masuknya tenaga segar itu membuat permainan PSMS kembali hidup.

Tuan rumah lepas dari tekanan, dan berbalik melakukan tekanan dengan permainan cepat, namun hingga berakhirnya pertandingan kedua tim tidak berhasil mencetak gol dan kedudukan tetap tidak berubah 0-0.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku dirinya cukup kecewa dengan hasil tersebut, mengingat sepanjang pertandingan tim asuhannya banyak menciptakan peluang namun tidak satupun yang berbuah gol.

Meski demikian, ia juga mengaku cukup puas dengan tambahan nilai satu tersebut. Apalagi memang target mereka sejak semula adalah bisa mencuri poin meski hanya hanya satu poin dari PSMS.

"Kalau kualitas wasit dan lapangan cukup baik, tentunya hasilnya akan lain. Namun begitupun hasil imbang ini sudah cukup bagi kami,"katanya.

Sementara itu, pelatih PSMS Medan Raja Isa mengaku dapat menahan imbang tim sekelas Persipura merupakan prestasi yang luar biasa, meski dukungan penonton lebih banyak ditujukan buat pemain-pemain PSMS.

"Kami tahu kualitas pemain Persipura, hasil imbang ini tentunya sudah prestasi luar biasa bagi kami," katanya.
(T.KR-JRD/I015)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012